Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Presiden Prabowo Kawal 11 MoU Rp649 T, RI–AS Perkuat Aliansi Ekonomi

IMG 0055
Presiden Prabowo saat pertemuan dengan Presiden AS Donal Trump di WDC (istimewa)

WASHINGTON DC riauexpose.comPresiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai US$38,4 miliar atau sekitar Rp649 triliun dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.

Penandatanganan dilakukan dalam forum Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council(USABC) di Kamar Dagang AS, Washington DC, Rabu (18/2).

Nilai komitmen tersebut melampaui angka awal yang sebelumnya dirilis USABC sebesar lebih dari US$7 miliar.

Pemerintah Indonesia menyatakan kesepakatan ini mencerminkan penguatan landasan hukum dan ekonomi dalam kemitraan bilateral Indonesia–AS.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjanjian tersebut diharapkan menjadi katalis bagi keberlanjutan kerja sama ekonomi kedua negara.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini merupakan instrumen diplomasi ekonomi yang mempertegas posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Sebelas MoU yang diteken mencakup sektor strategis, antara lain mineral kritis, energi, agribisnis, tekstil dan garmen, furnitur, hingga semikonduktor dan pengembangan kawasan perdagangan bebas transnasional.

Di sektor mineral kritis, nota kesepahaman ditandatangani antara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, serta President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

Kesepakatan ini memperkuat kerja sama hilirisasi dan pengelolaan sumber daya strategis dengan tetap mengacu pada kerangka regulasi nasional.

Di bidang energi, MoU oilfield recovery diteken antara Pertamina dan Halliburton, menandai sinergi teknologi dalam peningkatan produksi migas domestik.

Sektor agrikultur dan komoditas juga mendapat porsi signifikan melalui kerja sama antara PT Cargill Indonesia dan Cargill Inc., serta kesepakatan industri kapas dengan U.S. National Cotton Council yang melibatkan sejumlah perusahaan tekstil Indonesia.

Di bidang manufaktur dan furnitur, asosiasi seperti ASMINDO dan HIMKI menjalin kemitraan dengan perusahaan kayu keras AS, termasuk American Hardwood Export Council.

Sementara pada sektor teknologi tinggi, Galang Bumi Industri menandatangani dua MoU semikonduktor dengan mitra AS, serta kesepakatan pembentukan zona perdagangan bebas transnasional dengan Solanna Group LLC.

Secara hukum, MoU merupakan instrumen pra-kontraktual yang memuat komitmen prinsipil dan kerangka kerja sama sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan mengawal implementasi setiap kesepakatan agar selaras dengan regulasi nasional, termasuk ketentuan investasi, perpajakan, lingkungan, dan ketenagakerjaan.

Keseluruhan penandatanganan ini dipandang sebagai langkah konsolidasi diplomasi ekonomi yang memperkuat arsitektur kerja sama bilateral Indonesia–AS, sekaligus membuka ruang integrasi lebih dalam pada sektor mineral kritis, energi, dan teknologi strategis di tengah dinamika geopolitik global.

74 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png