Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Prabowo Perintahkan 3 Tersangka Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta, BIN Ikut Dalami Kasus

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan karhutla Riau dan memerintahkan tiga tersangka dibawa ke Jakarta
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko Aju Riau, Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo memerintahkan tiga orang yang diduga terlibat kasus karhutla 2025 dibawa ke Jakarta dan meminta BIN ikut mendalami kasus tersebut.

Riauexpose.com PEKANBARU – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau untuk dibawa ke Jakarta. Prabowo meminta kasus tersebut didalami lebih jauh untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain di balik praktik pembakaran lahan.

Perintah itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Riau, Senin (24/8/2026).

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Presiden bahkan meminta Badan Intelijen Negara (BIN) dilibatkan dalam proses pendalaman kasus tersebut.

Permintaan itu muncul setelah Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melaporkan adanya dugaan pola pembakaran lahan yang melibatkan masyarakat kecil dalam praktik pembukaan lahan.

Herry menyampaikan, berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, seluruh kejadian karhutla di Riau pada dasarnya disebabkan oleh aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.

“Untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai karhutla yang disebabkan, semuanya disebabkan oleh manusia, Bapak. Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID itu zero karhutla. Jadi semua saat ini yang dilakukan karhutla, semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” kata Herry di hadapan presiden.

Herry kemudian memaparkan langkah kepolisian untuk mencegah pembakaran kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya terbakar.

Sebanyak 513 plang peringatan telah dipasang di sejumlah lokasi bekas karhutla. Pemasangan tersebut bertujuan mencegah masyarakat kembali mengolah maupun menanami kawasan yang sebelumnya terbakar.

Menurut Herry, kawasan bekas kebakaran kerap menjadi titik yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi dimanfaatkan kembali untuk pembukaan lahan.

“Jadi, bekas kebakaran tidak boleh ada lagi yang melakukan penanaman. Karena ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran,” ujarnya.

Dalam penyelidikan kasus karhutla tahun 2025, polisi juga menemukan sejumlah orang berada di lokasi kebakaran meski tidak memiliki lahan di kawasan tersebut.

Herry menyebut terdapat dua hingga tiga orang yang ditemukan berada di lokasi dengan alasan memancing. Namun, berdasarkan penelusuran polisi, tidak terdapat lokasi memancing di kawasan tersebut.

“Tahun 2026 belum ada (bukti keterlibatan perusahaan), tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi, ada yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada dua atau tiga orang. Tetapi dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ,” jelas Herry.

Herry juga mengungkapkan bahwa pada 2025, Kementerian Lingkungan Hidup telah memberikan sanksi kepada lima perusahaan yang memiliki perkebunan sawit terkait persoalan lingkungan.

Meski demikian, Herry mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti keterlibatan perusahaan sebagai penyebab langsung karhutla di Riau pada 2026.

Laporan tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo.

Presiden meminta tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran pada 2025 tersebut dibawa ke Jakarta untuk menjalani pendalaman lebih lanjut.

“Tolong dibawa ke Jakarta ya. Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya, kita dalami di sini (Jakarta),” tegas Prabowo.

Tak hanya meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan lebih mendalam, Prabowo juga meminta BIN ikut dilibatkan dalam proses pengungkapan kasus.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu aparat mengurai pola pembakaran lahan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik praktik karhutla di Riau.

Dengan instruksi tersebut, penanganan karhutla di Riau tidak hanya diarahkan pada pemadaman titik api, tetapi juga pada pengungkapan aktor dan jaringan yang diduga berada di balik terjadinya pembakaran lahan.

Pemerintah dan aparat penegak hukum kini dituntut mengusut kasus tersebut secara menyeluruh agar pola pembakaran yang berulang tidak terus terjadi dan bencana kabut asap di Riau dapat dicegah.

“BACA JUGA”

Kepala BPBD Riau di Hadapan Prabowo Klaim Tinggal 7 Titik Api Karhutla

Presiden Prabowo Apresiasi Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Riau

Kalahkan Bintang Emas, Alam Cahayo Tuah Nagori Juara Pacu Jalur Kuansing 2026

76 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png