Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Kepala BPBD Riau di Hadapan Prabowo Klaim Tinggal 7 Titik Api Karhutla

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal melaporkan kondisi Karhutla Riau kepada Presiden Prabowo
Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal menyampaikan laporan kondisi terkini Karhutla Riau kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan Karhutla di Riau, Senin (24/8/2026).

Riauexpose.comPEKANBARUKepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal melaporkan langsung kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam laporan tersebut, Edy menyebut penanganan Karhutla terus dilakukan dan saat ini tersisa tujuh titik api aktif yang tersebar di empat kabupaten.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Laporan itu disampaikan Edy dalam rapat bersama Presiden Prabowo saat kunjungan kerja Presiden ke Riau dalam rangka penanganan Karhutla di wilayah Sumatera, Senin (24/8/2026).

Di hadapan Presiden, Edy mengungkapkan bahwa kondisi Karhutla di Riau pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang disebut menjadi pemicu meningkatnya hotspot adalah fenomena El Niño yang cukup kuat.

“Memang terjadi peningkatan (hotspot) 2026 ini dibandingkan tahun 2025 lalu, ini dipicu oleh fenomena El Nino,” kata Edy di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Edy menjelaskan, berdasarkan data hingga 23 Agustus 2026, terdapat 306 hotspot yang terdeteksi di Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah terkonfirmasi menjadi titik api atau lokasi yang terbakar.

Tujuh titik api tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni satu titik di Kabupaten Pelalawan, dua titik di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dua titik di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dan dua titik di Kabupaten Kampar.

“Saat ini yang masih cukup besar titik apinya yaitu berada di Kabupaten Pelalawan di Kerumutan, dan di Kabupaten Kampar itu di Rimbo Panjang,” ujar Edy.

Menurut Edy, dua wilayah tersebut menjadi perhatian dalam operasi pemadaman karena kondisi kebakaran masih cukup signifikan, terutama pada kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Lebih lanjut, Edy memaparkan akumulasi Karhutla Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 16.277,50 hektare.

Sementara itu, jumlah hotspot yang terdeteksi selama periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai 10.514 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 521 titik telah berkembang menjadi lokasi kebakaran.

Edy mengatakan sebagian besar titik api tersebut telah berhasil ditangani oleh tim gabungan.

“Alhamdulillah sudah kita padamkan, sehingga yang tinggal tujuh titik yang tadi kami sampaikan sebelumnya. Lebih kurang 900 hektare yang terbakar saat ini, terbagi di empat kabupaten,” tuturnya.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta pihak terkait lainnya terus melakukan pemadaman dan penanganan Karhutla di lapangan.

Laporan kondisi Karhutla Riau tersebut menjadi bagian dari evaluasi langsung Presiden Prabowo dalam upaya memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera.

Pemerintah Provinsi Riau juga terus memprioritaskan penanganan titik api yang masih aktif, khususnya di Kerumutan, Pelalawan, dan Rimbo Panjang, Kampar, yang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran cukup besar.

“Link Title”

Presiden Prabowo Apresiasi Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Riau

Kalahkan Bintang Emas, Alam Cahayo Tuah Nagori Juara Pacu Jalur Kuansing 2026

Polwan Brimob Polda Riau Terjun Padamkan Karhutla Kampar, Semangat Polri Tak Kenal Batas

71 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png