Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Kapal MV Ocean Porter Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, 10 WN Myanmar Diamankan

Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania diamankan tim gabungan bersama 2,6 ton sabu cair dan 10 awak kapal WN Myanmar
Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania diamankan tim gabungan bersama 2,6 ton sabu cair dan 10 awak kapal WN Myanmar

Riauexpose.com BENGKALIS – Di tengah suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, aparat gabungan justru mengungkap salah satu dugaan penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis di perairan Riau. Sebuah kapal asing, MV Ocean Porter, diamankan bersama 10 awak kapal warga negara Myanmar yang diduga membawa sekitar 2,6 ton metamfetamin atau sabu cair.

Kapal berbendera Tanzania tersebut diamankan tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai dan Polda Kepri di perairan Tanjung Parit, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen mengenai dugaan pengangkutan narkotika dari Serawak, Malaysia, menuju wilayah Indonesia melalui jalur laut.

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto melalui Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, mengatakan informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk operasi gabungan yang melibatkan BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri.

“Setelah itu Kepala BNN bentuk join operation yang terdiri dari BNN, Bea Cukai dan Polda Kepri,” ujar Roy dalam video yang diterima wartawan dari Dermaga DJBC Kepri di Karimun, Selasa (18/8/2026).

Dari hasil penyelidikan, tim gabungan mendeteksi keberadaan kapal yang dicurigai membawa narkotika di perairan Tanjung Parit, Bengkalis.

Kapal tersebut kemudian diamankan dan ditarik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan membuat petugas menemukan muatan yang diduga merupakan narkotika cair jenis metamfetamin dengan berat mencapai sekitar 2,6 ton.

“Dari hasil pemeriksaan di dalam kapal, tim gabungan menemukan cairan diduga narkotika cair jenis methamphetamine dengan berat kurang lebih 2,6 ton dari kapal MV Ocean Porter,” kata Roy.

Barang haram tersebut  dikemas dalam delapan drum dan sejumlah water tank yang berada di dalam kapal.

Selain mengamankan kapal dan barang bukti, petugas juga mengamankan 10 orang awak kapal yang berada di atas MV Ocean Porter.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia, membenarkan adanya penindakan tersebut. Ia mengatakan pengungkapan dilakukan melalui operasi gabungan BNN, Polda Kepri dan Bea Cukai.

“Benar, pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama tim gabungan BNN, Polda Kepri dan Bea Cukai,” ujar Nona saat ditemui di Mapolda Kepri, Batam, Selasa (18/8/2026) lalu.

Setelah diamankan, MV Ocean Porter ditarik menuju Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Petugas juga akan menggunakan anjing pelacak untuk membantu pemeriksaan kapal serta memastikan tidak ada barang lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana narkotika.

Kepala Bea Cukai Batam, Widodo, turut membenarkan adanya penindakan tersebut. Ia mengatakan aparat masih melakukan pendalaman untuk membongkar jaringan di balik pengiriman narkotika tersebut.

“Ya bang, masih proses pendalaman jaringan-jaringannya,” kata Widodo.

Ia menambahkan, barang bukti hasil pengungkapan telah dibawa ke Tanjung Balai Karimun.

Besarnya jumlah narkotika yang ditemukan membuat aparat kini masih mendalami asal-usul muatan, tujuan pengiriman, serta pihak yang diduga berada di balik pengangkutan sabu cair tersebut.

Peran masing-masing dari 10 awak kapal warga Myanmar juga masih dalam pemeriksaan. Aparat belum menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas muatan narkotika maupun bagaimana barang tersebut dapat berada di dalam kapal.

Pengungkapan 2,6 ton sabu cair dari kapal asing ini sekaligus menunjukkan jalur laut masih menjadi salah satu pintu masuk yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika internasional.

Di saat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan ke-81, operasi gabungan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya aparat menjaga wilayah perairan Indonesia dari ancaman peredaran narkotika lintas negara.

Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap keseluruhan jaringan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam pengiriman narkotika tersebut.

“BACA JUGA”

Asap Karhutla Pelalawan Terbawa Angin ke Pekanbaru, Jarak Pandang Turun 500 Meter

Gempa M6,1 Guncang Southern Sumatra, Terasa hingga Padang

Guru Besar UIN Suska Riau H. Ilyas Dipanggil KPK, Saksi Kasus Bupati Kuansing

72 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png