Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Polisi Tawarkan Autopsi Kematian Dokter Willy di Hotel Pekanbaru, Keluarga Menolak Ini Alasannya

IMG 3197 1
Polresta Pekanbaru menawarkan autopsi untuk memastikan penyebab kematian dokter Willy yang ditemukan meninggal di hotel.

Riauexpose.com PEKANBARU – Misteri meninggalnya dokter Willy yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar hotel di Kota Pekanbaru akhirnya mulai terungkap. Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, penyidik Polresta Pekanbaru sempat menawarkan proses autopsi kepada pihak keluarga.

Namun begitu, tawaran tersebut ditolak lantaran keluarga telah mengetahui riwayat penyakit yang selama ini diderita korban dan meyakini tidak ada unsur tindak pidana di balik peristiwa itu.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat sejak korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga visum terhadap jenazah, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun dugaan tindak pidana yang menyebabkan kematian korban.

Kuasa hukum keluarga korban, Rian Wahyudi SH, mengatakan keluarga telah menerima seluruh hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Polresta Pekanbaru.

Menurutnya, setelah dilakukan sinkronisasi informasi antara pihak keluarga dan penyidik, disimpulkan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana sehingga keluarga memilih mengikhlaskan kepergian almarhum.

“Untuk saat ini, keluarga korban sudah ikhlas,” ujar Rian, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan, keluarga secara resmi juga telah memohon kepada kepolisian agar proses penyelidikan dihentikan.

“Dari sinkronisasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian disimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana. Jadi pihak keluarga korban sudah sepakat, ikhlas, dan memohon agar penyelidikan ditutup,”katanya.

Rian menjelaskan, almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak perempuan. Selama hidupnya, korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes melitus yang telah diderita sejak sebelum menikah dan rutin menjalani terapi insulin.

Selain diabetes, korban juga memiliki riwayat penyakit lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang mengharuskannya mengonsumsi obat secara berkala.

“Korban sudah mengidap penyakit gula sejak sebelum menikah. Korban beberapa kali sudah suntik insulin, selain itu juga mempunyai riwayat GERD. Dugaan sementara, penyakit yang dialami menjadi penyebab kematiannya,” jelas Rian.

Sementara itu, Kanit Resum Polresta Pekanbaru, Iptu Rahmat Saufani, mewakili Kasat Reskrim AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan bahwa saat olah TKP petugas menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar lokasi ditemukannya korban.

Obat-obatan tersebut, kata Rahmat, telah dikonfirmasi keluarga sebagai obat yang rutin dikonsumsi korban.

“Dari hasil olah TKP ditemukan ada obat yang berdasarkan keterangan keluarga memang merupakan obat yang biasa dikonsumsi korban,” ujarnya.

Hasil visum terhadap jenazah juga memperkuat kesimpulan penyidik karena tidak ditemukan adanya luka maupun tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.

“Jasad telah dilakukan visum dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Rahmat.

Ia mengungkapkan bahwa penyidik sebenarnya telah menawarkan dilakukannya autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis. Namun keluarga memilih tidak memberikan persetujuan karena telah mengetahui kondisi kesehatan korban selama ini.

“Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi. Mereka menyampaikan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit, sehingga jasad kemudian kami serahkan kembali kepada keluarga,”pungkasnya.

Dengan hasil penyelidikan tersebut, keluarga berharap masyarakat tidak lagi membangun berbagai spekulasi mengenai penyebab meninggalnya dokter Willy dan meminta semua pihak menghormati keputusan keluarga yang telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah serta menutup proses hukum karena tidak ditemukan adanya unsur pidana.

70 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png