Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Perusahaan Biodiesel di Madiun Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar, Tembus Pasar Ekspor Rp9.000 per Liter

PT Marolis Cahaya Internasional di Madiun mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel ramah lingkungan untuk pasar ekspor.
Potret Proses pengolahan minyak jelantah dan berbagai limbah organik menjadi biodiesel di PT Marolis Cahaya Internasional, Madiun.

Riauexpose.com MADIUN – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap energi terbarukan dan pengelolaan limbah, sebuah perusahaan pengolah limbah di Kota Madiun berhasil menghadirkan inovasi yang bernilai ekonomi tinggi.

PT Marolis Cahaya Internasional mampu menyulap minyak goreng bekas (jelantah) dan berbagai jenis limbah organik menjadi biodiesel ramah lingkungan yang kini telah menembus pasar ekspor dengan harga jual sekitar Rp9.000 per liter.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Perusahaan yang berlokasi di Jalan Sawahan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun itu memanfaatkan limbah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan, mulai dari minyak jelantah, ampas tebu, tepung ketela, limbah organik, sampah pasar, hingga sisa makanan dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seluruh bahan tersebut diproses menggunakan teknologi pengolahan khusus sehingga menghasilkan bahan bakar alternatif yang memiliki nilai ekonomis sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan.

Owner PT Marolis Cahaya Internasional, Cahya Yudi Widianto, mengatakan inovasi tersebut lahir dari keinginan mengurangi pencemaran akibat limbah sekaligus menciptakan energi alternatif yang berkelanjutan.

Menurutnya, setiap bahan baku yang masuk akan melalui proses pemilahan, pencampuran, hingga pengolahan dengan formulasi tertentu agar menghasilkan biodiesel yang memenuhi standar kualitas.

“Selama ini limbah seperti minyak jelantah dan sampah organik sering kali menjadi masalah lingkungan. Kami mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif,” kata dia.

Cahya menjelaskan tingkat efisiensi produksi di perusahaannya tergolong tinggi.

Dari sekitar satu liter minyak jelantah yang dicampur dengan bahan pendukung lainnya mampu menghasilkan biodiesel berkualitas yang siap dipasarkan.

Saat ini produk biodiesel hasil olahan PT Marolis Cahaya Internasional dijual sekitar Rp9.000 per liter.

Selain memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, produk tersebut juga telah berhasil menembus pasar ekspor, menunjukkan tingginya minat terhadap energi alternatif berbasis limbah.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa limbah rumah tangga maupun limbah industri memiliki potensi besar apabila dikelola dengan teknologi yang tepat.

Selain memberikan nilai ekonomi, inovasi tersebut juga berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah secara sembarangan.

Pengembangan biodiesel berbasis limbah ini diharapkan menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung program transisi energi menuju penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi tersebut juga membuka peluang baru bagi industri pengolahan limbah di Indonesia agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi dan berdaya saing di pasar internasional.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png