Riauexpose.com SIAK – Seorang pemuda asal Perawang, Rahmat Setiawan (27), berhasil mengharumkan nama daerah di kancah internasional setelah menerima Piagam Penghargaan Resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) atas kontribusinya dalam membantu meningkatkan keamanan sistem teknologi informasi milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Penghargaan tersebut diberikan setelah laporan kerentanan keamanan (security vulnerability) yang dikirim Rahmat melalui NASA Vulnerability Disclosure Program (VDP) dinyatakan Accepted pada 5 Mei 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan putra daerah Siak di bidang keamanan siber yang mampu diakui oleh salah satu lembaga antariksa paling bergengsi di dunia.
Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak Mahadar mengaku bangga sekaligus baru mengetahui prestasi yang diraih Rahmat.
“Kami baru mengetahui kabar baik ini. Saya akan menyampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Siak. Saya juga akan menginstruksikan Dinas Kominfo Kabupaten Siak untuk mengundang Rahmat Setiawan agar kami bisa mengenal lebih dekat anak Siak yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat internasional,” ujar Mahadar kepada Riauexpose.com, Selasa (4/8/2026).
Senada dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak Rozi Chandramengatakan pihaknya telah memperoleh informasi mengenai prestasi Rahmat dan sejak beberapa hari terakhir berupaya mencari kontak yang dapat dihubungi untuk bertemu secara langsung.
“Dalam waktu dekat kami akan mengundang Rahmat. Kemungkinan bertepatan dengan peringatan Hari Anak nanti, kami ingin mengundangnya sekaligus memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraihnya,” kata Rozi.
Rozi menambahkan, rencana tersebut akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Bupati Siak Afni Zulkifli agar penghargaan dapat diberikan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Siak.
Rahmat Setiawan merupakan pemuda kelahiran Perawang, Kabupaten Siak, sekitar 27 tahun silam. Ia merupakan alumni SMK YPPI Tualang yang kini masih menetap seorang diri di Perawang.
Saat berbincang dengan Riauexpose.com, Senin (3/8/2026) malam, Rahmat menceritakan kedua orang tuanya telah kembali ke kampung halaman di Kerinci, Jambi, setelah memasuki masa pensiun sebagai karyawan PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP).
Menariknya, kemampuan yang membawanya memperoleh pengakuan dari NASA bukan diperoleh melalui pendidikan tinggi.
Rahmat mengaku seluruh keahlian di bidang keamanan siber dipelajarinya secara otodidak melalui proses belajar mandiri yang konsisten selama bertahun-tahun.
Keberhasilan Rahmat menjadi inspirasi bahwa keterbatasan pendidikan formal bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dunia.
Lewat ketekunan, disiplin, dan kemauan belajar, putra daerah Kabupaten Siak mampu menunjukkan bahwa talenta Indonesia dapat bersaing dan mendapat pengakuan di level internasional.
Prestasi anak Siak ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Siak dan Provinsi Riau, serta mampu memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan inovasi digital.












