Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Prabowo Luncurkan BBM B50, Indonesia Jadi Pelopor Biodiesel 50 Persen Dunia

Prabowo Resmikan BBM B50, Harga Biosolar Rp6.800/Liter, Indonesia Resmi Stop Impor Solar
Peresmian Biodiesel B50 (istimewa).

Riauexpose.com JAKARTA || – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Biodiesel B50 sebagai tonggak baru kemandirian energi nasional. Jumat (10/7/2026).

Kebijakan strategis ini mengantarkan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel dengan komposisi 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Peluncuran yang berlangsung di SPBU Pertamina Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi tonggak penting strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat hilirisasi kelapa sawit, serta memperkokoh kedaulatan energi nasional.

Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan penerapan B50 bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan bukti Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya alamnya sendiri demi kepentingan rakyat.

“Dengan diluncurkannya program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, tetapi bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, ketahanan sebuah bangsa ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kemampuan memenuhi kebutuhan pangan, memiliki sumber energi sendiri tanpa bergantung pada negara lain, serta menjamin ketersediaan sumber daya air.

Senada dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya menyampaikan bahwa implementasi B50 akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Selain menghentikan impor solar, pemerintah memperkirakan kebijakan tersebut mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, meningkat dibandingkan penghematan sebesar Rp133,3 triliunsaat implementasi B40.

“Untuk pertama kalinya Indonesia tidak lagi mengimpor solar. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi merupakan perintah Presiden demi mewujudkan kemandirian energi nasional,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, transisi dari B40 menuju B50 juga meningkatkan nilai tambah industri minyak sawit nasional menjadi Rp23,49 triliun, memperluas penyerapan tenaga kerja hingga 2,1 juta orang, sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 44,46 juta ton CO2 setiap tahun.

Harga Biosolar B50 Tetap Rp6.800 per Liter

Meski kandungan biodieselnya meningkat menjadi 50 persen, pemerintah memastikan harga Biosolar subsidi yang dijual di SPBU Pertamina tidak mengalami perubahan.

Bahlil menegaskan harga Biosolar B50 tetap Rp6.800 per liter bagi masyarakat penerima subsidi.

“Untuk B50 yang dikonsumsi domestik, khusus masyarakat penerima subsidi tetap Rp6.800 per liter. Tidak ada kenaikan harga. Ini juga bagian dari strategi menuju target Net Zero Emission karena mampu menurunkan emisi CO2 sekitar 44 juta metrik ton,” tegasnya.

Sementara itu, harga BBM B50 untuk sektor non-subsidi akan mengikuti mekanisme harga keekonomian sesuai formula pemerintah dan badan usaha penyedia BBM.

Saat ini, harga keekonomian solar berada pada kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter, sedangkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel Juli 2026 ditetapkan pemerintah sebesar Rp14.562 per liter ditambah ongkos angkut.

Kebutuhan CPO Meningkat

Implementasi B50 juga berdampak terhadap peningkatan kebutuhan bahan baku minyak sawit.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan biodiesel (FAME) meningkat menjadi 16,7–18 juta kiloliter, sedangkan kebutuhan Crude Palm Oil (CPO) naik menjadi sekitar 15,2–16,3 juta ton, lebih tinggi dibandingkan saat penerapan B40.

Program ini berlaku tidak hanya untuk BBM subsidi di SPBU, tetapi juga diterapkan pada sektor pertambangan, pertanian, perikanan, kelautan, transportasi laut hingga perkeretaapian.

Dengan dimulainya era B50, pemerintah optimistis Indonesia semakin mandiri dalam sektor energi, memperkuat industri sawit nasional, sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png