Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Hak Anak Yatim Dirampas: Ketika Nurani Dikalahkan oleh Keserakahan

Oleh Aldi Kamra, S.H., M.H., C.P.L.A.
Oleh Aldi Kamra, S.H., M.H., C.P.L.A. (istimewa) Riauexpose.Com

RIAUEXPOSE.Com.- Di sudut Kota Pekanbaru tepatnya di kawasan Marpoyan sebuah peristiwa memilukan terjadi di bulan suci Ramadan, bulan yang seharusnya dipenuhi dengan kasih sayang dan kepedulian.

Seorang bocah yatim, yang baru saja menerima bantuan dari masjid, harus merasakan pahitnya kehilangan di saat harapan baru saja tumbuh.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Dengan polosnya, mereka menggenggam amplop berisi bantuan uang, mungkin untuk membeli kebutuhan sekolah, mungkin juga untuk sekadar meringankan beban hidup yang tak seharusnya mereka pikul sendiri di usia dini pasca di tinggal sang Ayah tercinta.

Namun takdir berkata lain. Seorang pemotor yang berpura-pura bertanya, justru memanfaatkan kelengahan mereka. Dalam sekejap, amplop itu dirampas. Harapan kecil itu pun ikut terbang bersama pelaku yang haus akan hasrat dunia.

Peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal. Ini adalah cermin tentang rapuhnya nurani ketika keserakahan menguasai hati.

Di saat anak-anak yatim seharusnya dilindungi dan dibantu, justru mereka menjadi korban.

Luka yang ditinggalkan bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan terhadap dunia di sekeliling mereka.

Banyak yang marah, tak sedikit pula yang mencaci.

Namun di balik itu, ada pelajaran besar yang seharusnya kita renungkan bersama. Bahwa merampas hak anak yatim, sekecil apa pun bentuknya, adalah perbuatan yang sangat zalim.

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari, masih ada yang mengambil hak Anak Yatim dengan cara-cara yang lebih halus namun tak kalah menyakitkan.

Anak-anak yatim adalah amanah. Mereka sedang berada di fase kehidupan yang sangat membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan, terutama dalam pendidikan dan masa depan mereka.

Ketika hak mereka dirampas, yang hilang bukan hanya materi, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh dengan layak.

Hidup ini bukan hanya tentang apa yang kita miliki hari ini. Ada hukum sebab-akibat yang berjalan, ada balasan yang mungkin tak terlihat sekarang, tetapi pasti datang pada waktunya. Apa yang ditanam, itulah yang akan dituai.

Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua, untuk menjaga hati dari keserakahan, untuk lebih peduli terhadap sesama, dan untuk tidak pernah mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita, terlebih dari mereka yang paling lemah. Karena di balik setiap perbuatan, selalu ada konsekuensi yang menanti.

69 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png