Riauexpose.Com BANJARMASIN – Nama Capt Arif Yunianto kini menjadi perhatian dalam tragedi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Sang nakhoda menjadi orang yang berada di garis terdepan ketika kapal yang membawa ratusan penumpang dan awak tersebut menghadapi cuaca buruk sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.
Capt Arif Yunianto merupakan nakhoda KMP Virgo Transport 8, kapal Ro-Ro milik PT Virgo Karya Shipping yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026).
Dalam pelayaran itu, Virgo Transport 8 membawa 243 orang berdasarkan data manifes, terdiri dari penumpang dan sekitar 30 awak kapal. Kapal dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Minggu pagi.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi setelah kapal memasuki kawasan perairan Laut Jawa yang dilanda cuaca buruk.
Sebelum kehilangan kontak, Capt Arif Yunianto sempat menghubungi pihak agen untuk melaporkan kondisi kapal.
Sekitar tengah malam, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk di tengah laut. Kondisi tersebut kemudian semakin memburuk hingga kapal mengalami kemiringan.
Komunikasi terakhir dari kapal menjadi titik penting dalam operasi pencarian dan pertolongan. Setelah laporan tersebut, Virgo Transport 8 tidak lagi dapat dihubungi.
Posisi terakhir kapal tercatat di sekitar koordinat 4°31’51.82”S 114°02’06.88”E, dengan heading 203,94 derajat. Lokasi itu berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Tak lama kemudian, tim SAR menerima informasi bahwa kapal telah mengalami kecelakaan dan berada dalam kondisi terbalik di tengah laut.
Kecelakaan Virgo Transport 8 memicu operasi SAR besar-besaran dengan melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, kapal niaga serta unsur terkait lainnya.
TNI AL mengerahkan KRI Nala untuk memperkuat pencarian dan pertolongan. Kapal perang tersebut diberangkatkan menuju lokasi karena kondisi gelombang dan jarak lokasi kecelakaan menjadi tantangan bagi unsur SAR. Sementara KRI I Gusti Ngurah Rai disiagakan di Surabaya.
Polri juga mengerahkan tiga kapal untuk membantu operasi SAR, yakni KP Laksmana-7012, KP Ibis-6001 dan KP Manyar-5003.
Sejumlah kapal niaga yang berada di sekitar lokasi turut membantu menyelamatkan para korban.
Hingga pembaruan terbaru pada Senin (14/9/2026), sebanyak 107 orang berhasil diselamatkan dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 136 orang masih dalam pencarian. Data tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi SAR.
Capt Arif Yunianto dikenal dalam pemberitaan sebagai nakhoda yang memimpin pelayaran Virgo Transport 8 pada perjalanan Surabaya menuju Banjarmasin.
Dalam situasi darurat tersebut, komunikasi nakhoda dengan pihak agen mengenai kondisi cuaca menjadi salah satu informasi penting yang digunakan petugas untuk menentukan lokasi pencarian.
Kementerian Perhubungan menyebut Virgo Transport 8 yang dinakhodai Arief Yunianto bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 menuju Banjarmasin.
Namun begitu, hingga saat ini informasi publik mengenai latar belakang pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman pelayaran, serta rekam jejak profesional Capt Arif Yunianto masih sangat terbatas.
Karena itu, profil pribadi sang nakhoda belum dapat dikembangkan lebih jauh tanpa sumber resmi agar tidak mencampurkan informasi yang belum terverifikasi.
Tragedi KMP Virgo Transport 8 kini bukan hanya tentang kapal yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Di balik operasi SAR tersebut terdapat ratusan keluarga yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan orang-orang yang mereka cintai.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah meminta seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian, evakuasi dan pendataan korban.
Sementara penyebab pasti kecelakaan masih menunggu proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Pemerintah menegaskan tidak ingin mendahului hasil investigasi mengenai faktor yang menyebabkan kapal mengalami kecelakaan.
Kini, perhatian tertuju pada operasi SAR untuk menemukan seluruh korban yang masih dalam pencarian sekaligus mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa.