JAWA TIMUR riauexpose.com– Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai bagian dari penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).
Peluncuran ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui sistem pendidikan formal sejak usia dini.
Kegiatan yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (12/2), dihadiri sekitar 650 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, kepala satuan pendidikan, tenaga pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa peluncuran ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun benteng moral dan intelektual generasi muda dari ancaman narkoba.
“Integrasi ini adalah bentuk keseriusan negara dalam memperkuat daya tangkal generasi penerus bangsa. Pendidikan menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran dan ketahanan terhadap bahaya narkotika,” ujarnya.
[caption id="attachment_15093" align="aligncenter" width="400"]
Seminar ANANDA Bersinar yang di taja BNN dan Kemendiknas[/caption]
Melalui skema IKAN, materi pencegahan narkoba akan diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler tanpa menambah mata pelajaran baru. Pendekatan ini dinilai efektif karena menyatu dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah sehari-hari.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa integrasi kurikulum ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama membangun pendidikan bermutu yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan gaya hidup sehat peserta didik,” ungkapnya.
Program ini menjadi fondasi awal penguatan gerakan ANANDA BERSINAR, sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, dan bebas dari narkoba.***