Pencarian

Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru, DLHK Tutup 2 RTH dan Taman Kota

Asap karhutla menyelimuti Pekanbaru. DLHK menutup sementara RTH Putri Kacamayang, Tunjuk Ajar Integritas dan sejumlah taman kota.

Dolly Sandro
Dolly Sandro Reporter · Rabu, 16 September 2026 · 22:31:00 WIB · Editor: Redaksi
Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru, DLHK Tutup 2 RTH dan Taman Kota
Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra (istimewa).

RIAUEXPOSE.COM PEKANBARU— Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Di tengah memburuknya kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru mengambil langkah antisipasi dengan menutup sementara sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota demi melindungi masyarakat dari paparan udara yang tidak sehat.

Dua RTH yang ditutup sementara yakni RTH Putri Kacamayang dan RTH Tunjuk Ajar Integritas. Penutupan juga diberlakukan terhadap sejumlah taman kota di Pekanbaru.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan keputusan tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

“Terutama, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi anak-anak dan masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan,” kata Reza, Rabu (16/9/2026).

Menurut Reza, penutupan RTH dan taman kota tersebut bersifat sementara. DLHK akan terus memantau perkembangan kualitas udara serta kondisi kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru.

Jika kondisi udara sudah dinilai lebih aman, fasilitas ruang terbuka hijau tersebut akan kembali dibuka untuk masyarakat.

“Penutupan ini bersifat sementara. Kami akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap. Jika kondisi udara sudah dinilai lebih aman, fasilitas RTH akan kembali dibuka untuk masyarakat,” ujarnya.

Reza menjelaskan, kebijakan tersebut diambil dengan memperhatikan Surat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2026tentang upaya strategis perlindungan masyarakat terdampak asap kebakaran lahan berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

DLHK juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara mengalami penurunan.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan sebagai langkah perlindungan.

Kondisi kabut asap di Pekanbaru sendiri disebut berkaitan dengan asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar wilayah Kota Pekanbaru.

Pemerintah kota menyatakan tidak menemukan hotspot di wilayah kota, sementara BMKG pada Rabu mencatat 115 titik panas di Riau, dengan konsentrasi terbesar berada di Indragiri Hulu.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, DLHK Pekanbaru kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Aktivitas pembakaran lahan dinilai berpotensi memicu maupun memperluas karhutla dan pada akhirnya memperburuk kualitas udara.

DLHK meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran agar dapat ditindaklanjuti.

“Pemantauan kondisi udara akan terus kami lakukan hingga situasi dinilai kembali aman untuk aktivitas masyarakat di ruang terbuka,” pungkas Reza.

Penutupan sementara RTH dan taman kota ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menghadapi dampak kabut asap.

Masyarakat diimbau mengutamakan keselamatan dan mengurangi paparan udara luar selama kualitas udara belum kembali aman.

Follow riauexpose.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Dolly Sandro
Profil Penulis Dolly Sandro

Editor: Redaksi

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks