Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

26 Pekerja Dianiaya Ratusan Orang di Afdeling 21 Kebun Batang Kumu II Rohul

26 pekerja korban penganiayaan di Afdeling 21 Kebun Batang Kumu II Rohul
Potret pekerja korban penganiayaan di Afdeling 21 Kebun Batang Kumu II Rohul

Riauexpose.com ROKAN HULU — Sebanyak 26 orang pekerja dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh ratusan orang tak dikenal di Afdeling 21 Kebun Batang Kumu II, eks wilayah kelola PT Torganda, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat kejadian, para pekerja disebut tengah menjalankan aktivitas di lokasi sebelum tiba-tiba didatangi dan dikumpulkan secara paksa oleh sekelompok massa.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Berdasarkan keterangan salah seorang korban, massa diduga membawa sejumlah senjata, di antaranya senjata tajam, panah, dan senapan angin.

Para pekerja kemudian  mengalami kekerasan berupa pemukulan, penusukan, serta serangan menggunakan benda keras dan anak panah.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah pekerja mengalami luka-luka. Bahkan, seorang korban dilaporkan harus mendapat penanganan medis intensif di RSUD Rokan Hulu setelah sebelumnya dirujuk dari Klinik Yadika Tambusai Utara dalam kondisi kritis.

Salah seorang korban, Deni Anggara, mengaku dirinya terkena anak panah saat insiden berlangsung.

Menurut Deni, kejadian bermula ketika para pekerja tiba-tiba dikumpulkan oleh massa.

“Kami sedang bekerja, tiba-tiba dikumpulkan secara paksa. Setelah itu kami dipukuli dan ditusuk. Saya sendiri terkena panah,” ujar Deni.

Tidak berhenti di situ, Deni menyebut para pekerja yang telah mengalami kekerasan kemudian dipaksa masuk ke dalam sebuah truk Colt Diesel berwarna kuning dengan nomor polisi BK 9004 LK.

Deni menduga penyerangan tersebut bukan sekadar bentrokan spontan. Ia mencurigai adanya pihak tertentu yang mengorganisir atau membiayai pengerahan massa ke lokasi.

“Mereka bukan datang sendiri. Ada dugaan ini preman bayaran. Sebagian yang saya lihat diduga berasal dari Flores,” ungkapnya.

Selain itu, Deni mengaku melihat sejumlah orang yang disebut membawa nama Agrinas berada di antara rombongan massa ketika kejadian berlangsung.

Namun demikian, seluruh dugaan tersebut masih merupakan keterangan dari korban dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Diperlukan penyelidikan aparat penegak hukum untuk mengungkap identitas para pelaku serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Para korban berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap peristiwa tersebut.

Mereka meminta polisi mengungkap kronologi sebenarnya, mengidentifikasi seluruh pelaku, menelusuri dugaan penggunaan senjata dalam penyerangan, serta mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang mengorganisir massa.

Deni menegaskan para pekerja berada di lokasi untuk mencari nafkah dan semestinya dapat menjalankan aktivitas tanpa intimidasi maupun kekerasan.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Rokan Hulu terkait peristiwa tersebut. Riauexpose.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai jumlah korban, kronologi kejadian, identitas pelaku, serta langkah hukum yang telah dilakukan.

Perkembangan dan informasi resmi dari aparat akan menjadi bagian penting untuk memastikan fakta sebenarnya di balik penyerangan terhadap puluhan pekerja tersebut.

“BACA JUGA”

Dikejar Warga, Avanza Diduga Bawa Hasil Curian Tower Masuk Mapolres Dumai

81 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden DPP KAI : Penegakan Hukum Makin Membaik di Era Prabowo

Ganjar Kritik TNI-Polri Tanam Padi dan Jagung, Minta Kembali Fokus ke Tugas Utama

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png