Pencarian

Sempat Dirawat, Wanita Asal Siak Meninggal di Kamboja Usai Jadi Korban Penipuan TKW

Anto
Anto Reporter · Senin, 09 Maret 2026 · 16:55:13 WIB
Sempat Dirawat, Wanita Asal Siak Meninggal di Kamboja Usai Jadi Korban Penipuan TKW
Sempat Dirawat, Wanita Asal Siak Meninggal di Kamboja Usai Jadi Korban Penipuan TKW

PEKANBARU riauexpose.Com– Seorang perempuan asal Kabupaten Siak, Susi Yanti Br Sinaga (22) yang menjadi korban dugaan penipuan kerja ke Kamboja dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (8/3/2026).

Informasi tersebut disampaikan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan.

Ia mengatakan sebelum meninggal dunia, korban sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit di Kamboja.

“Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia tadi pagi,” ujar Fanny Ahad (8/3).

Ia menjelaskan, sebelum meninggal dunia korban sempat dirawat di ICU RS Khmer Soviet Friendship setelah mengalami kondisi kesehatan yang memburuk.

Terkait proses pemulangan jenazah, Fanny menyebut pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja telah menyerahkan proses tersebut kepada pihak keluarga.

Namun keluarga korban meminta bantuan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk memfasilitasi pemulangan jenazah.

“Untuk pemulangan jenazah, pihak keluarga meminta bantuan KP2MI. Namun biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh keluarga,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, BP3MI Riau juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Pihaknya akan menyurati Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak agar dapat dikomunikasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Siak karena korban merupakan warga daerah tersebut.

“KP2MI/BP3MI akan melanjutkan fasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal jika sudah tiba di Indonesia,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, awalnya korban dijanjikan bekerja di Malaysia. Namun dalam perjalanannya, korban justru dibawa ke Kamboja. Keberangkatan korban juga disebut tidak melalui prosedur resmi.

“Yang bersangkutan berangkat hanya menggunakan paspor sehingga tergolong pekerja migran nonprosedural atau ilegal,” terang Fanny.

Ia menegaskan pemerintah terus berupaya menangani berbagai kasus pekerja migran nonprosedural. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi.

“Jangan mudah percaya dengan tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas. Pastikan berangkat melalui prosedur resmi agar keselamatan dan perlindungan pekerja dapat terjamin,” pungkasnya.

 

Follow riauexpose.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks