Riauexpose.com PEKANBARU — Timnas Indonesia menatap FIFA ASEAN Cup 2026 dengan ambisi besar. Berstatus sebagai tuan rumah yang akan bertanding pada 24 September hingga 4 Oktober mendatang, skuad Garuda dinilai memiliki modal kuat untuk memburu gelar juara.
Kekuatan Indonesia kali ini semakin menjanjikan karena diperkirakan diperkuat sekitar 15–17 pemain diaspora dan abroad yang berkarier di Eropa. Kedalaman skuad tersebut membuat target juara bukan lagi sekadar ambisi, melainkan peluang yang cukup realistis.
Pelatih John Herdman menjadi sosok penting dalam mewujudkan ambisi tersebut. Ia dituntut mampu meramu komposisi terbaik dan membangun permainan kolektif agar Timnas Indonesia tidak bergantung kepada satu atau dua pemain saja.
Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menilai FIFA ASEAN Cup memiliki karakter berbeda dibandingkan turnamen ASEAN sebelumnya.
“Kalau bicara FIFA ASEAN, tentunya berbeda dengan AFF karena ini agenda resmi FIFA,” ujar Ronny Pangemanan.
Status turnamen sebagai agenda resmi FIFA menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Klub memiliki kewajiban untuk melepas pemain sesuai regulasi FIFA, sehingga peluang Herdman menurunkan kekuatan terbaik menjadi lebih terbuka.
Sejumlah nama abroad yang diproyeksikan memperkuat Garuda antara lain Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Thom Haye, Ole Romeny, Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Dean James.
Kehadiran para pemain tersebut membuat persaingan internal semakin kompetitif. Indonesia tidak hanya memiliki pemain dengan pengalaman di kompetisi Eropa, tetapi juga opsi lebih banyak di setiap lini.
Herdman Dituntut Ciptakan Kedalaman Skuad
Tantangan Herdman bukan sekadar memilih 11 pemain utama. Pelatih asal Inggris tersebut harus memastikan kualitas permainan tetap terjaga ketika terjadi pergantian pemain.
Pengalaman dari turnamen sebelumnya menjadi pelajaran penting. Ketika Thom Haye mendapat penjagaan ketat, distribusi bola Indonesia sempat mengalami gangguan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Garuda membutuhkan lebih banyak sumber kreativitas dan pengatur serangan.
Kini, Indonesia mempunyai opsi yang lebih beragam. Kehadiran Joey Pelupessy dan Ivar Jenner di lini tengah, ditambah Kevin Diks serta Calvin Verdonk di sektor sayap dan Ole Romeny di lini depan, membuat jalur serangan Garuda berpotensi lebih sulit diprediksi lawan.
Dengan komposisi tersebut, Indonesia memiliki peluang memainkan variasi serangan melalui tengah maupun sisi lapangan.
Rizky Ridho Masih Layak Dipanggil
Di tengah dominasi pemain diaspora dan abroad, pemain lokal tetap memiliki peran penting. Salah satu nama yang sempat menjadi perdebatan adalah Rizky Ridho.
Namun, Ronny Pangemanan menilai bek lokal tersebut masih layak mendapatkan tempat di skuad Garuda. Ridho dinilai dapat memperkecil kesenjangan kualitas antara pemain lokal dan abroad, terutama ketika dipasangkan dengan bek berpengalaman seperti Jay Idzes atau Justin Hubner.
Kombinasi tersebut dapat memberikan keseimbangan antara pengalaman, kemampuan membaca permainan, serta karakter permainan yang dibutuhkan Indonesia.
Artinya, keberhasilan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pemain abroad, tetapi juga bagaimana Herdman menggabungkan kekuatan pemain diaspora dengan pemain lokal.
Indonesia Punya Modal Positif
Optimisme menuju turnamen semakin besar setelah Indonesia mencatat hasil positif dengan mengalahkan Oman 3-0 dan Vietnam 3-0 di Hanoi.
Namun, perjalanan menuju gelar juara dipastikan tidak mudah. Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura terus mengalami perkembangan dan tetap menjadi pesaing serius di kawasan Asia Tenggara.
Karena itu, status Indonesia sebagai salah satu favorit juara harus diikuti persiapan matang, bukan sekadar mengandalkan kualitas individu.
Dengan status tuan rumah, dukungan publik, serta skuad bertabur pemain diaspora dan abroad yang berkarier di Eropa, Timnas Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mengincar trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
“Status favorit juara harus dibarengi persiapan serius,” tegas Bung Ropan.
Kini, tugas Herdman adalah memastikan seluruh potensi tersebut menyatu menjadi sebuah tim yang solid. Jika mampu menemukan komposisi terbaik dan membangun permainan yang tidak bergantung pada satu pemain, Garuda memiliki peluang besar terbang tinggi di FIFA ASEAN Cup 2026.
“BACA JUGA”
Arsenal Bungkam Coventry 3-0, Havertz Buka Pesta Gol Menit ke-15
Tanah, Bangunan dan Kendaraan Rp3,3 Miliar Dihibahkan Pemkab Bengkalis untuk RRI
Pelalawan Belum Punya Lapas, Tahanan dan WBP Dititipkan di Pekanbaru










