Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Perkuat Layanan Stroke Bagi Pasien

IMG 0130
Dokter Spesialis Saraf Divisi Pembuluh Darah dan Neurointervensi, dr Daril Al Rasyid, Sp.N, FINA, (istimewa).

PEKANBARU riauexpose.comPenyakit stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius di Indonesia.

Penyakit ini bukan hanya menyebabkan kecacatan jangka panjang, tetapi juga menempati posisi teratas sebagai penyebab kematian dengan beban biaya pengobatan yang tinggi.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Kondisi tersebut mendorong pemerintah Provinsi Riau menjadikan penanganan stroke sebagai layanan prioritas nasional.

Di Provinsi Riau, komitmen itu diwujudkan melalui penguatan layanan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang kini berkembang sebagai rumah sakit rujukan stroke dengan fasilitas dan sumber daya medis yang semakin lengkap.

Rumah sakit ini telah dilengkapi tiga ruang Cathlab, dua dokter spesialis neurointervensi, serta satu dokter bedah saraf vaskular.

Dukungan teknologi dan tim medis tersebut memungkinkan penanganan stroke dilakukan secara cepat, presisi, dan sesuai standar internasional.

Dokter Spesialis Saraf Divisi Pembuluh Darah dan Neurointervensi, dr Daril Al Rasyid, Sp.N, FINA, menjelaskan bahwa stroke merupakan defisit neurologis akut akibat gangguan pembuluh darah otak yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Penyebabnya terbagi menjadi dua, yakni stroke iskemik (sumbatan) dan stroke hemoragik (perdarahan).

“Setiap dua detik, satu orang di dunia terserang stroke. Bahkan satu dari empat orang memiliki risiko mengalami stroke dalam hidupnya. Ini menjadi penyebab kecacatan nomor satu dan kematian nomor dua secara global,” ujarnya.

Dalam konteks medis, penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan. Prinsip time is brainatau “waktu adalah otak” menjadi dasar utama terapi.

Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang sel-sel otak terselamatkan.

Masyarakat diimbau mengenali gejala melalui slogan “Se Ge Ra Ke RS”:

Se: Senyum mencong

Ge: Gerak anggota tubuh melemah sebelah

Ra: Bicara pelo

Ke: Kesemutan sebelah tubuh

R: Rabun mendadak pada satu mata

S: Sakit kepala hebat tiba-tiba

Jika gejala muncul, pasien harus segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat tanpa menunggu kondisi memburuk.

IGD RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau telah menerapkan protokol Code Stroke, yakni sistem percepatan penanganan bagi pasien yang datang kurang dari 4,5 jam sejak serangan.

Dengan protokol ini, proses diagnosis hingga terapi dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam.

Untuk stroke sumbatan yang datang dalam rentang emas 4,5 jam, terapi yang diberikan adalah Intravena (IV) Trombolisis, yakni pemberian obat penghancur bekuan darah melalui pembuluh vena.

Jika pasien datang dalam rentang 6–12 jam, dapat dilakukan Intra Arterial (IA) Trombolisis melalui kateterisasi di Cathlab.

Sedangkan pada kasus tertentu hingga 24 jam pasca serangan, tindakan Mechanical Thrombectomy (MT) dapat dilakukan untuk mengangkat langsung bekuan darah dari pembuluh otak.

Adapun pada stroke perdarahan, tersedia tindakan clipping aneurisma maupun coiling aneurismauntuk menghentikan perdarahan dan mencegah komplikasi lanjutan.

Tak hanya fokus pada fase akut, rumah sakit ini juga memperkuat aspek pencegahan. Fasilitas seperti Transcranial Doppler (TCD) dan USG Karotis memungkinkan deteksi dini gangguan pembuluh darah otak serta penyempitan akibat plak aterosklerosis.

Ke depan, layanan ini akan dikembangkan ke program Medical Check Up (MCU) Stroke, sehingga faktor risiko dapat diidentifikasi sebelum serangan terjadi.

Atas konsistensi dan kualitas layanan tersebut, RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau meraih penghargaan Gold dan Platinum Status dari World Stroke Organization melalui ajang WSO Angels Award.

Penghargaan ini diberikan kepada rumah sakit dengan standar penanganan stroke yang memenuhi indikator mutu internasional.

Penguatan layanan stroke ini menjadi angin segar bagi masyarakat Riau. Dengan akses terhadap terapi modern dan respons cepat, peluang pemulihan pasien semakin besar, risiko kecacatan dapat ditekan, dan kualitas hidup pasca-stroke bisa lebih baik.

Di tengah tingginya angka kasus stroke, kehadiran sistem layanan yang terintegrasi dan berbasis waktu menjadi pesan optimistis, stroke bukan akhir dari segalanya, selama ditangani dengan cepat, tepat, dan oleh tim yang kompeten.

74 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png