RIAUEXPOSE.COM PEKANBARU — Pengungkapan peredaran narkotika jaringan internasional di Riau menyeret seorang anggota TNI aktif yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Langkat, Sumatera Utara.
Prajurit berinisial AF (32) itu ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bersama seorang warga sipil setelah diduga membawa 46,93 kilogram sabu yang berasal dari Malaysia melalui Kota Dumai.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang prajurit aktif yang diduga berperan dalam pengangkutan narkotika lintas daerah.
Setelah penangkapan di Pekanbaru, AF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Polisi Militer Kodam (Pomdam) untuk menjalani proses hukum militer.
Pengungkapan kasus ini dilakukan personel Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).
Dua orang berinisial AF dan NS, yang disebut sama-sama berasal dari Binjai, Sumatera Utara, diamankan saat membawa narkotika tersebut menggunakan Toyota Innova berwarna hitam.
Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 47 bungkus sabu dengan berat bersih sekitar 46,93 kilogram.
Barang haram tersebut diperkirakan bernilai Rp84,5 miliar.
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengungkapkan, sabu itu diduga berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut di Dumai.
Selanjutnya, narkotika dibawa menuju Pekanbaru sebelum rencana pengiriman berikutnya dijalankan.
“Barang bukti yang kita sita ada 46,93 kilogram. Kalau diuangkan, nilainya setara dengan sekitar Rp84,5 miliar,” ungkap Arman, Selasa (20/10/2026).
Kapolda Riau menegaskan pengungkapan tersebut belum mengakhiri penyidikan. Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan jaringan narkotika internasional, termasuk pihak yang mengendalikan pengiriman dan distribusi sabu lintas daerah.
“Jaringan internasional dan kita sedang melakukan penyelidikan lanjutan,” tegas Arman.
Ia menyebutkan, sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut telah masuk dalam target operasi.
Penyidik terus mengembangkan perkara untuk mengungkap aktor lain yang diduga berada di balik pengiriman puluhan kilogram sabu itu.