RIAUEXPOSE.COM, SIAK – Ribuan pelari memadati Kota Siak Sri Indrapura dalam ajang Siak Run 2026, Minggu (18/10/2026).
Di tengah semangat olahraga dan promosi pariwisata, Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Syarifah Syamsurizal, mengingatkan peserta agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Pesan tersebut menjadi tanda bahwa menikmati keindahan destinasi wisata Siak harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Antusias ribuan peserta tidak hanya meninggalkan kesan positif bagi pariwisata daerah, tetapi juga menumbuhkan budaya bersih di ruang publik.
Siti Syarifah mengajak seluruh peserta Siak Run 2026 memanfaatkan kesempatan berada di Negeri Istana untuk menikmati destinasi wisata sejarah dan budaya Melayu.
Namun begitu, ia mengingatkan bahwa kebersihan tetap harus menjadi perhatian bersama selama kegiatan berlangsung maupun saat mengunjungi objek wisata.
“Silakan menikmati destinasi wisata yang ada di Kota Siak. Kami ingin para peserta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi budaya bersih harus tetap dijaga," imbuhnya.
"Buanglah sampah pada tempatnya dan jangan meninggalkan sampah di lokasi yang kita kunjungi,” timpalnya.
Menurut Ketua PKK Siak itu, menjaga kebersihan bukan semata-mata tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat dan pengunjung.
Kebiasaan sederhana, seperti membawa sampah hingga menemukan tempat pembuangan yang tersedia, menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.
Siak Run 2026 diikuti lebih dari 1.600 pelari dari berbagai daerah. Ajang yang dilepas langsung Bupati Siak Afni Zulkifli di depan Istana Siak tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), dengan garis finis di kawasan depan istana.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat promosi wisata olahraga atau sport tourism.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuka peluang untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya Melayu, serta destinasi unggulan Kabupaten Siak kepada khalayak yang lebih luas.
Pesan menjaga kebersihan yang disampaikan Siti Syarifah sejalan dengan upaya menjadikan Siak sebagai destinasi wisata yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan.
Kawasan Istana Siak sebagai ikon wisata sejarah tidak hanya menjadi latar penyelenggaraan kegiatan olahraga, tetapi juga mencerminkan identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.
Karena itu, menjaga kebersihan kawasan wisata merupakan bagian dari upaya merawat daya tarik daerah.
Para peserta dapat menjadi bagian dari promosi positif Kabupaten Siak, baik melalui pengalaman selama mengikuti lomba maupun cerita yang dibagikan kepada keluarga, komunitas, dan masyarakat di daerah asal masing-masing.
Budaya membuang sampah pada tempatnya juga tidak berhenti sebagai imbauan selama acara. Kebiasaan tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar kebersihan lingkungan menjadi karakter bersama.