Riauexpose.com SIAK– Peristiwa duka terjadi di kawasan Turap Sungai Siak, salah satu ikon wisata Kabupaten Siak. Seorang pelajar berusia 13 tahun, Muhammad Shidqie Saputra, dikabarkan tenggelam saat mandi bersama temannya di Sungai Siak, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.
Peristiwa ini memicu perhatian masyarakat terhadap lemahnya pengawasan dan sistem keselamatan di kawasan yang setiap hari ramai dikunjungi warga maupun wisatawan.
Hingga Rabu malam, tim gabungan dari Polres Siak, BPBD, TNI dan masyarakat masih melakukan pencarian dengan menyisir lokasi terakhir korban terlihat menggunakan perahu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Riauexpose.com, peristiwa nahas itu bermula saat seorang warga yang melintas di kawasan turap mendengar teriakan sejumlah anak yang meminta pertolongan karena salah seorang temannya tenggelam.
Saksi kemudian berlari menuju bibir sungai dan melihat tiga anak berada di dalam air. Dua anak berhasil bertahan, sementara korban sempat terlihat mengangkat kepala ke permukaan sebelum akhirnya hilang ditelan arus Sungai Siak yang saat itu sedang pasang.
“Bang, tolong kawan saya,” teriak salah seorang anak kepada warga yang berada di lokasi.
Setelah korban tidak lagi terlihat, dua rekannya segera naik ke daratan dan memanggil ayah korban.
Berselang 20 menit kemudian, ayah korban, Endang Saputra (49), tiba di lokasi dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Siak.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar membenarkan adanya laporan tersebut.
“Pencarian masih terus dilakukan oleh personel Polres Siak bersama BPBD, TNI dan masyarakat setempat. Tim menyisir lokasi terakhir korban terlihat hingga malam ini,” ujar Kapolres.
Petugas terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Di sisi lain, insiden ini memunculkan kritik dari masyarakat. Seorang warga Siak, Alex, menilai kawasan Turap Sungai Siak yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Siak selama ini minim pengawasan dan belum didukung fasilitas keselamatan yang memadai.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berulang kali disampaikan masyarakat, namun belum mendapat perhatian serius.
“Lokasi ini setiap hari ramai dikunjungi masyarakat, terutama anak-anak. Sudah lama warga mengingatkan agar ada pengawasan, petugas siaga, rambu larangan berenang maupun perlengkapan penyelamatan. Jangan sampai terkesan ada pembiaran hingga akhirnya kembali memakan korban,” ujarnya.
Alex berharap Pemerintah Kabupaten Siak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di kawasan wisata tepian Sungai Siak agar kejadian serupa tidak terus terulang.
BACA JUGA: Lewat CSR BUMN, Pemkab Siak Buka Pameran Sejarah di Bandara SSK II Pekanbaru
BACA JUGA: Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, LBH Sebut Petugas GT Kandis Utara Lalai
BACA JUGA: Kematian dr Alex Cristo Loris Akibat Rocuronium, Bukan Korban Pembunuhan









