Riauexpose.com KAMPAR — Kecelakaan maut hebohkan Jalan Pekanbaru-Bangkinang, tepatnya di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (19/9/2026) dini hari.
Truk Colt Diesel asal Sumatera Barat (Sumbar) menghantam kendaraan di depannya hingga menyebabkan dua orang tewas dan dua lainnya mengalami luka berat.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Kilometer 18 Jalan Pekanbaru-Bangkinang.
Truk Mitsubishi Colt Diesel R6 dengan nomor polisi BA 8544 EU diketahui membawa empat orang yang seluruhnya berasal dari Desa Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau Kompol Sukma Pranata mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan Agus Salim (34) bergerak dari arah barat menuju timur.
Sesampainya di lokasi kejadian, truk tersebut menabrak bagian belakang kendaraan yang berada di depannya.
Namun begitu, hingga penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, jenis dan nomor polisi kendaraan yang ditabrak belum diketahui.
“Truk Colt Diesel BA 8544 EU bergerak dari arah Barat menuju Timur. Sesampainya di TKP, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang kendaraan yang belum diketahui jenis dan nomor polisinya,” ujar Sukma.
Benturan keras mengakibatkan Agus Salim meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara seorang penumpang, Depi Junika Putra (27), juga meninggal dunia.
Dua penumpang lainnya, Rian Febrianto (31) dan Doni Rahmadani (23), mengalami luka berat. Rian mendapat perawatan di Aulia Hospital Pekanbaru, sedangkan Doni dievakuasi ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Keempat korban diketahui berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kondisi jalan yang masih gelap pada dini hari serta arus lalu lintas yang relatif sepi menjadi situasi saat kecelakaan terjadi.
Yang menjadi perhatian dalam kecelakaan maut ini adalah kendaraan yang ditabrak truk tersebut.
Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas kendaraan, termasuk jenis dan nomor polisinya.
Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian sebelum dan sesudah benturan untuk memastikan kronologi kecelakaan secara utuh.
Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah kendaraan tersebut meninggalkan lokasi setelah benturan atau terdapat faktor lain yang menyebabkan identitasnya belum diketahui.
Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi para korban, serta mengamankan kendaraan dan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
“Petugas telah melakukan penanganan di TKP, menolong dan mengevakuasi korban serta mengamankan barang bukti kendaraan,” kata Sukma.
Peristiwa kecelakaan tersebut juga telah dicatat melalui sistem Integrated Road Safety Management System (IRSMS).
Polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengidentifikasi kendaraan yang terlibat serta memastikan penyebab pasti kecelakaan.