Riauexpose.com | Kecelakaan maut antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menyisakan duka mendalam.
Jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan, total korban dalam insiden tersebut mencapai 91 orang. Dari jumlah itu, 76 orang selamat dan 15 dinyatakan meninggal dunia.
“Total korban 91 orang, dengan rincian korban hidup 76 orang dan korban meninggal dunia 15 orang,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4).
Dari total korban tewas, sebanyak 10 orang telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, puluhan korban luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Seluruh korban diketahui merupakan penumpang perempuan dari KRL, lantaran gerbong yang paling terdampak merupakan gerbong khusus wanita.
Di sisi lain, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan proses evakuasi telah rampung dan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
“Pukul 08.00 WIB operasi evakuasi sudah selesai. Kami pastikan tidak ada korban yang tertinggal,” tegasnya saat konferensi pers.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam serta permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujarnya.
Hingga kini, penanganan difokuskan kepada para penumpang KRL yang terdampak, sementara pihak terkait terus melakukan koordinasi guna mengusut penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.















