Riauexpose.com | Gelombang protes terhadap pengelolaan parkir kembali memanas. Puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru, Kamis (02/04/2026).
Massa mendesak pemerintah segera bertindak tegas terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Yabisa Sukses Mandiri.
Aksi yang merupakan kali ketiga ini menjadi bukti kekecewaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan parkir yang dinilai tidak transparan dan bertentangan dengan regulasi yang berlaku.
Di sana Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan keras agar pemerintah tidak tutup mata terhadap persoalan yang dinilai telah merugikan publik.
Dalam orasinya, koordinator aksi Kiky menegaskan bahwa demonstrasi tersebut bukan sekadar bentuk protes, melainkan dorongan nyata agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Ia menyebut adanya indikasi penyimpangan dalam operasional perusahaan yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat pemerintah daerah.
“Kami sudah tiga kali datang dengan damai. Ini bentuk keseriusan kami menyuarakan aspirasi masyarakat. Jika memang ada pelanggaran, jangan dibiarkan berlarut. Harus ada langkah hukum yang jelas,” tegasnya.
Massa menilai, selama lima tahun terakhir, pengelolaan parkir oleh PT Yabisa Sukses Mandiri tidak memenuhi standar pelayanan, terutama karena belum diterapkannya sistem pembayaran non-tunai yang menjadi salah satu indikator modernisasi layanan publik.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, di antaranya mendesak evaluasi izin operasional perusahaan, audit menyeluruh oleh Inspektorat, serta penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran.
Tak hanya itu, mereka juga meminta Dinas Perhubungan segera memutus kontrak kerja sama dengan PT Yabisa Sukses Mandiri, terlebih setelah perusahaan tersebut dikabarkan telah menerima surat peringatan pertama (SP1).
Usai melakukan orasi dan long march singkat, perwakilan massa diterima oleh pihak kepolisian dan unsur pemerintah daerah untuk menyerahkan tuntutan secara resmi.
Hingga aksi berakhir, situasi tetap kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.
Masyarakat berharap, pemerintah tidak lagi menunda langkah konkret demi menciptakan sistem perparkiran yang transparan, modern, dan berpihak pada kepentingan publik di Kota Pekanbaru.















