Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Wartawan Dilarang Meliput Peresmian di KITB, PWI Siak Sayangkan Sikap Tertutup PT MNS

Peresmian pembangunan galangan kapal milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Senin (20/4/2026), menuai polemik.
Kolase Foto Ketua PWI Siak Wiwik dan Bupati Afni Resmikan Pembangunan galangan kapal di KITB (istimewa).

Riauexpose.com | Peresmian pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Senin (20/4/2026), justru menuai polemik.

Sejumlah wartawan dikabarkan dilarang meliput kegiatan tersebut, hingga memicu kecaman dari kalangan pers.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Hal tersebut dialami salah seorang wartawan di Siak, Ocu Kelon, yang mengaku berniat meliput kegiatan peresmian galangan kapal yang menghabiskan anggaran Rp 300 miliar itu.

Namun begitu, saat tiba di lokasi, Ocu sapaan wartawan tersebut justru dihadang petugas keamanan dan tidak diperkenankan masuk.

Ocu bercerita, ia sempat dimintai identitas serta asal media, sebelum akhirnya diberitahu bahwa hanya wartawan tertentu yang diizinkan masuk ke lokasi acara.

“Saya sudah izin, tapi di lokasi dibilang hanya empat orang yang boleh masuk. Setelah dicek nama, saya tidak ada dalam daftar, jadi tidak diperbolehkan masuk,” ungkap Ocu sembari balik kanan.

Peristiwa ini langsung menuai reaksi dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Siak, Wiwik Widianingsing.

Wiwik sangat menyayangkan sikap pihak perusahaan yang dinilai tidak terbuka terhadap kerja jurnalistik.

“Kami dari PWI Siak sangat menyayangkan sikap perusahaan yang terkesan tertutup. Ini baru tahap awal, bagaimana ke depan jika sudah beroperasi?” kata Wiwik.

Wiwik mengungkapkan bahwa secara kelembagaan, PWI Siak sebenarnya menerima undangan dari Pemerintah Kabupaten Siak untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Kendati begitu, karena ada agenda lain, dirinya tidak dapat hadir langsung di lokasi.

Selain itu, Wiwik juga bilang bahwa Afni Zulkifli sempat kecewa setelah mendengar adanya larangan terhadap wartawan untuk meliput kegiatan tersebut.

“Mungkin jiwa jurnalis beliau meronta ketika mendengar wartawan tidak diperbolehkan meliput,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MNS belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembatasan akses terhadap awak media dalam acara peresmian tersebut.

68 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png