Riauexpose.Com | Buruknya sistem drainase yang tak kunjung dibenahi di Kota Pekanbaru akhirnya memakan korban jiwa.
Di tengah cuaca ekstrem yang mengguyur kota bertuah Jumat (11/46) seorang pengendara sepeda motor tewas tragis setelah terseret arus parit yang meluap di kawasan Perumahan Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Peristiwa nahas ini menimpa Aryadi Garsidi (35), warga Jalan Sungai Hitam, yang nekat melintasi jalan tergenang pada Jumat (10/4) malam sekitar pukul 23.53 WIB.
Tanpa disadari, derasnya arus dari drainase yang meluap berubah menjadi jebakan mematikan.
Motor yang dikendarainya kehilangan kendali saat melintasi badan jalan yang tergenang air. Dalam hitungan detik, korban terseret arus deras bersama kendaraannya ke dalam parit hingga hanyut.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, kuatnya arus air membuat upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.
Ironisnya, peristiwa ini kembali menyoroti persoalan klasik yang terus berulang di Pekanbaru, sistem drainase yang buruk dan minimnya penanganan serius dari pihak terkait.
Laporan baru diterima Kantor SAR Pekanbaru dari BPBD pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.49 WIB. Tim SAR gabungan kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 04.29 WIB.
Pencarian dilakukan dengan menyisir sisi kiri dan kanan parit hingga radius satu kilometer dari titik korban dilaporkan hilang.
Setelah hampir tujuh jam pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban ditemukan pada pukul 11.39 WIB dengan jarak sekitar 1,38 kilometer dari lokasi awal,” ujar Kukuh, Humas Basarnas Pekanbaru, mewakili Kepala Basarnas Budi Cahyadi dalam keterangan tertulisnya.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan.















