Riauexpose.com PEKANBARU – Fakta menarik terungkap dalam pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Siak periode 2026–2029.
Kabupaten Siak ternyata masih menjadi daerah dengan tunjangan dokter spesialis tertinggi di Provinsi Riau, sebuah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua IDI Wilayah Riau, dr. Marhab Effendi, MH, CMC, saat pelantikan Pengurus IDI Kabupaten Siak, IDI Wilayah Riau, IDI Kabupaten Indragiri Hulu, dan IDI Kabupaten Kepulauan Meranti di Hall Center Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026) lalu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, yang menyampaikan dukungan kepada kepengurusan baru IDI Siak agar terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
Menurut dr. Marhab Effendi, di tengah tekanan fiskal yang dialami hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia, Kabupaten Siak masih mampu mempertahankan tunjangan dokter spesialis sebagai yang tertinggi di Riau, bahkan melampaui Kota Pekanbaru.
Pernyataan itu mendapat apresiasi dari Bupati Afni yang mengungkapkan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tantangan.
“Saya mohon layani rakyat kita dengan baik, dalam kondisi apa pun saat ini. Tidak ada alasan untuk kita tidak melayani rakyat kita dengan baik,” ujar Afni.
Afni mengatakan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap dijaga kualitasnya.
Karena itu, ia berharap IDI Siak menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dia juga mengajak seluruh dokter untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di sektor kesehatan, termasuk menyampaikan berbagai kendala teknis agar dapat diperjuangkan bersama kepada pemerintah pusat.
Selain itu, Afni mengungkapkan pemerintah daerah saat ini juga menghadapi tantangan fiskal, salah satunya terkait rencana perubahan skema pembiayaan subsidi BPJS Kesehatan.
Menurutnya, apabila porsi subsidi dari Pemerintah Provinsi Riau dikurangi sehingga beban pemerintah kabupaten meningkat menjadi sekitar 60 persen, maka Kabupaten Siak harus menambah anggaran lebih dari Rp100 miliar.
“Semua daerah sedang mengalami tekanan fiskal. Pemkab Siak sudah menyampaikan keberatan apabila subsidi BPJS dikurangi karena akan menambah beban anggaran lebih dari Rp100 miliar. Ini sangat berat bagi daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Afni juga mengucapkan selamat kepada Ketua IDI Kabupaten Siak periode 2026–2029 dr. Hasriza Eka Putra, M.Sc., Sp.A., Sekretaris IDI Siak dr. Liza Novita, beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi profesi dokter semakin solid dan terus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Siak.
“Selamat bertugas kepada seluruh pengurus IDI Kabupaten Siak. Semoga terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Semoga Allah SWT memberikan ridho atas setiap pengabdian yang dilakukan,” tutup Afni.















