Riauexpose.com || Tingginya penggunaan gadget dan aktivitas melihat layar dalam jarak dekat menjadi perhatian serius Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Riau-Kepri.
Melalui momentum Myopia Awareness Week 2026, organisasi profesi dokter mata itu turun langsung ke sekolah memberikan edukasi sekaligus pemeriksaan mata gratis bagi pelajar di SMP Negeri 9 Pekanbaru, Senin (25/5/2026).
Mengusung tema “Mata Sehat, Prestasi Hebat”, kegiatan bakti sosial tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan hingga badan pengumpul zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata anak usia sekolah.
Dokter Spesialis Mata, dr. Heru Ardila Putra mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya myopia atau rabun jauh yang kini semakin banyak dialami anak-anak akibat pola aktivitas harian yang tidak terkontrol.
“Anak-anak sekarang sangat rentan terkena myopia karena terlalu lama melihat objek dekat seperti membaca atau bermain gadget tanpa istirahat yang cukup,” ujar dr. Heru di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, myopia merupakan kondisi gangguan penglihatan yang membuat seseorang tidak dapat melihat objek jauh secara jelas.
Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan belajar hingga prestasi akademik siswa.
Dalam kegiatan itu, para siswa diberikan edukasi mengenai penyebab myopia, mulai dari faktor keturunan hingga kebiasaan buruk dalam penggunaan mata sehari-hari.
Selain itu, Perdami Riau-Kepri juga mengenalkan metode Rule of Twenty sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan mata.
“Kami mengajarkan konsep Rule of Twenty. Jadi setiap 20 menit melihat objek dekat, anak-anak harus mengistirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek yang jauh,” jelasnya.
Menurut dr. Heru, kebiasaan sederhana tersebut penting diterapkan guna memperlambat bahkan mencegah perkembangan myopia pada anak usia sekolah.
Tak hanya edukasi, para siswa juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan mata secara gratis mulai dari pemeriksaan penglihatan, deteksi myopia hingga pengecekan kebutuhan kacamata.
“Kalau ditemukan indikasi myopia, langsung dicek ukuran kacamatanya dan dibuatkan secara gratis,” pungkasnya.









