Riauexpose.com PEKANBARU – Sebanyak 61 anak, mulai dari bayi hingga pelajar SMA, saat ini tinggal di Panti Asuhan Bayi dan Balita Fajar Harapan yang berlokasi di Jalan Mustafa Yatim, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
Kehidupan mereka bergantung pada kepedulian masyarakat dan para donatur yang rutin memberikan bantuan.
Di antara para pengasuh, terdapat sosok Yoli (23) yang memiliki kisah hidup menyentuh hati.
Wanita 23 tahun itu bukan hanya merawat anak-anak panti, tetapi juga pernah menjadi salah satu anak yang dibesarkan di tempat tersebut.
Yoli mengisahkan, dirinya datang ke Panti Asuhan Fajar Harapan sekitar 20 tahun lalu ketika masih berusia tiga tahun. Hingga kini, ia mengaku tidak pernah mengetahui siapa ayah dan ibu kandungnya.
“Saya tidak pernah tahu siapa kedua orang tua kandung saya,” ujar Yoli, Kamis (30/7/2026).
Meski tumbuh tanpa mengenal kasih sayang orang tua kandung, Yoli memilih tetap tinggal dan mengabdikan dirinya sebagai pengasuh bagi adik-adik di panti.
Menurutnya, seluruh kebutuhan anak-anak panti dipenuhi berkat bantuan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Beberapa donatur bahkan secara rutin mengirimkan bantuan setiap bulan.
“Ada donatur tetap yang selalu mengantarkan bantuan setiap bulan. Kami sangat bersyukur karena masih banyak orang baik yang peduli kepada anak-anak di sini,” katanya.
Yoli bercerita, setiap kamar untuk anak berusia sekitar 12 tahun dihuni enam orang. Sementara kamar bayi dan balita ditempati hingga 12 anak dengan pengawasan para pengasuh.
Dalam bidang pendidikan, pihak yayasan tetap memastikan seluruh anak memperoleh hak belajar.
Anak-anak usia SMP hingga SMA menempuh pendidikan di sekolah milik yayasan, sedangkan anak usia SD bersekolah di sekolah negeri yang berada tidak jauh dari lokasi panti.
Salah seorang penghuni panti, Kirana (8), juga memiliki kisah yang tak kalah mengharukan.
Bocah 8 tahun itu telah tinggal di panti sejak berusia satu hari di antar keluarga orang tuanya.
Kini Kirana tumbuh seperti anak-anak seusianya. Ia dapat bersekolah, bermain bersama teman-temannya, serta memperoleh perhatian dari para pengasuh.
Namun begitu, hingga kini ia belum pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tua kandungnya.
Kisah Yoli dan puluhan anak lainnya menjadi cerminan bagi kita semua bahwa tidak semua anak beruntung lahir dan tumbuh dalam pelukan keluarga.
Mereka tidak pernah memilih dari rahim siapa dilahirkan maupun jalan hidup yang harus dijalani.
Karena itu, kepedulian sesama menjadi harapan besar agar mereka tetap memperoleh kasih sayang, pendidikan, serta masa depan yang lebih baik.
Panti Asuhan Fajar Harapan berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi, baik melalui bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, susu, popok, maupun dukungan lainnya demi keberlangsungan hidup dan masa depan puluhan anak yang kini tumbuh di bawah naungan yayasan tersebut.









