PEKANBARU riauexpose.Com– Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang parcel musiman mulai bermunculan di sejumlah jalan protokol di Kota Pekanbaru.
Tumpukan parcel dengan berbagai ukuran terlihat dipajang di pinggir jalan untuk menarik perhatian pembeli.
Pantauan riauexpose.Com di lapangan, pedagang parcel tampak berjejer di beberapa titik strategis seperti Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Riau, hingga Jalan Jenderal Sudirman.
Parcel yang dijual pun bervariasi, mulai dari paket makanan ringan, minuman, hingga produk kebutuhan rumah tangga yang biasa dijadikan bingkisan Lebaran.
Namun begitu, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, daya beli masyarakat terhadap parcel tahun ini terlihat mengalami penurunan yang sangat drastis.
Wati, salah seorang pedagang parcel yang berjualan di kawasan Jalan Tuanku Tambusai atau Nangka Pekanbaru, mengatakan penjualan parcel tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, daya beli masyarakat memang menurun. Pembeli yang datang tidak sebanyak biasanya,” ujar Wati saat ditemui, Jumat (13/3).
Menurut wanita berhijab itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya minat masyarakat membeli parcel.
Salah satunya terkait kondisi ekonomi yang saat ini dirasakan cukup sulit oleh sebagian warga kelas menegah ke bawah.
Selain itu, Wati juga menilai adanya surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melarang aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara menerima parcel dari pengusaha atau pelaku usaha turut berdampak terhadap dagangannya.
“Biasanya banyak yang beli untuk diberikan ke relasi atau pejabat. Sekarang mungkin karena ada aturan itu jadi berkurang,” jelasnya.
Meski demikian, Wati tetap optimis dagangannya akan laris menjelang puncak perayaan Idul Fitri. Ia setiap hari tetap membuka lapak sejak pagi hingga malam untuk menunggu pembeli.
Ia berharap pada pekan terakhir menjelang Lebaran nanti jumlah pembeli meningkat sehingga seluruh parcel yang dijual bisa habis terjual.
“Harapannya tentu di minggu terakhir sebelum Lebaran pembeli makin ramai, supaya dagangan bisa habis dan kami juga bisa merayakan Idul Fitri dengan senyum dan penuh berkah,” tutupnya.









