Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Natalius Pigai Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai (istimewa) riauexpose.Com

JAKARTA  riauexpose.Com– Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai angkat bicara terkait kasus yang menimpa Andrie Yunus.

Pigai mengutuk keras aksi teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kekerasan dan percobaan pembunuhan yang menyasar aktivis hak asasi manusia di Indonesia.

Pigai menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan meminta aparat penegak hukum segera bertindak cepat untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi keji tersebut.

Saya sudah kutuk tindakan tersebut dan minta aparat usut tuntas,” kata Pigai kepada rekan media, Jumat (13/3/2026).

Menurut Pigai, negara harus hadir untuk melindungi setiap warga negara, terutama para pejuang HAM yang selama ini berupaya memperjuangkan keadilan bagi masyarakat.

Ia menilai serangan terhadap aktivis seperti ini tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kebebasan sipil dan demokrasi.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Saat kejadian, Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor seorang diri setelah menyelesaikan sejumlah aktivitasnya pada malam hari.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, Andrie baru saja mengikuti perekaman sebuah siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat.

Perekaman siniar tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, Andrie kemudian meninggalkan kantor YLBHI dan melanjutkan perjalanan pulang menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan pulang, korban sempat berhenti di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikini untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Setelah itu, ia kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.

Namun sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor matic mendekati Andrie dari arah berlawanan. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya yang diduga air keras ke arah tubuh korban.

Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian depan Andrie Yunus, terutama di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Serangan mendadak tersebut membuat korban tidak sempat menghindar.

Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya,” ujar Dimas Bagus Arya.

Teriakan korban sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa warga segera mendatangi korban untuk memberikan pertolongan pertama.

Saksi mata di lokasi menyebut korban terlihat sangat kesakitan akibat cairan kimia tersebut. Bahkan sebagian pakaian yang dikenakan korban dilaporkan meleleh karena terkena cairan berbahaya itu.

Dalam kepanikan tersebut, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian dengan sepeda motor yang mereka gunakan.

Saat berusaha melarikan diri, salah satu pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang diduga menjadi wadah cairan kimia tersebut.

Barang tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting yang bisa membantu proses penyelidikan aparat kepolisian.

Berdasarkan keterangan saksi dan rekonstruksi sementara, kedua pelaku diduga melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar cukup serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya.

Bagian tubuh yang terkena cairan kimia antara lain mata, wajah, dada, serta tangan kanan. Luka tersebut memerlukan penanganan medis intensif.

Saat ini Andrie Yunus tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo(RSCM), Jakarta.

Tim medis terus memantau kondisi korban untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Hingga kini keluarga dan rekan-rekan korban masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan Andrie.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini langsung memicu kecaman dari berbagai kalangan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai serangan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap para pejuang hak asasi manusia.

Mereka mendesak aparat penegak hukum agar bekerja secara serius dan transparan dalam mengungkap kasus tersebut.

Serangan terhadap aktivis juga dinilai berpotensi menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat sipil yang aktif menyuarakan isu-isu keadilan dan hak asasi manusia.

Karena itu, banyak pihak menilai negara harus memastikan perlindungan yang memadai bagi para aktivis yang selama ini berjuang untuk kepentingan publik.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta pelaku di balik aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut keselamatan seorang aktivis HAM sekaligus menjadi ujian bagi penegakan hukum dan perlindungan terhadap kebebasan sipil di Indonesia.

74 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png