Riauexpose.comKAMPAR || – Di tengah derasnya aliran Sungai Kampar, Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, seorang pria paruh baya bernama Ujang membuktikan bahwa ketekunan mampu mengubah modal kecil menjadi usaha bernilai ratusan juta rupiah.
Berawal dari satu unit kerambah sederhana, kini ia berhasil memiliki delapan kerambah dengan berbagai jenis ikan budidaya.
Selama sekitar 10 tahun terakhir, Ujang memilih menetap di tepian Sungai Kampar dan menggeluti usaha budidaya ikan menggunakan sistem kerambah.
Usaha tersebut dimulai dengan modal sekitar Rp20 juta untuk membangun satu unit kerambah berukuran 12 x 2,5 meter.
Kerambah pertama itu diisi sekitar 500 ekor bibit ikan tapah, salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran khususnya kota Pekanbaru-Riau.
“Untuk pakannya saya menggunakan bangkai ayam yang dibeli sekitar Rp6 ribu per kilogram,” ujar Ujang saat ditemui riauexpose.com di kerambah miliknya, Minggu (12/7/2026).
Ujang bercerita, dalam satu bulan ikan-ikan tersebut diberi pakan secara rutin sekitar delapan kali agar pertumbuhannya tetap optimal.
Kesabaran menjadi kunci keberhasilan. Setelah menjalani proses pemeliharaan selama kurang lebih 1,5 tahun, ikan tapah yang dipelihara berhasil dipanen dengan total berat mencapai sekitar 1,2 ton.
Hasil panen tersebut menghasilkan omzet sekitar Rp240 juta.
“Kalau keuntungan bersihnya sekitar Rp150 juta selama satu setengah tahun. Lumayan untuk tabungan anak sekolah,” kata Ujang sambil tersenyum penuh syukur.
Keberhasilan panen perdana itu membuat usahanya terus berkembang. Kini Ujang telah memiliki delapan unit kerambah yang diisi berbagai jenis ikan, mulai dari ikan tapah, patin hingga bawal.
Meski usahanya berkembang, Ujang mengaku hingga kini dirinya bersama belasan pelaku usaha kerambah lainnya di Desa Buluh Cina belum pernah mendapatkan bantuan modal maupun pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Kampar.
“Kami berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa memberikan perhatian kepada pelaku usaha kerambah seperti kami. Kalau ada bantuan modal atau pembinaan tentu usaha ini bisa lebih berkembang lagi,” harapnya.
Menurut Ujang, dukungan pemerintah akan sangat membantu para pembudidaya ikan dalam meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di kawasan tepian Sungai Kampar.
Usaha kerambah yang dijalankannya juga menjadi bukti bahwa potensi perikanan air tawar di Kabupaten Kampar masih sangat besar untuk dikembangkan.
Ujang berharap dengan adanya dukungan permodalan, pendampingan, serta akses pemasaran yang lebih luas, sektor budidaya ikan di kampungnya mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat tempatan sekaligus menciptakan lapangan kerja yang menjanjikan.









