Riauexpose.com PEKANBARU – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengganggu aktivitas penerbangan, tetapi juga mulai merembet ke berbagai aktivitas masyarakat, termasuk agenda persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta sebelumnya mengalami pembatalan akibat sebaran abu vulkanik yang mengganggu jalur penerbangan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah calon penumpang tertahan di Jakarta, termasuk beberapa hakim PN Pekanbaru yang hendak kembali ke Riau.
Salah satu dampaknya dirasakan dalam agenda persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor) di PN Pekanbaru.
Hal tersebut disampaikan Adrian Hasiholan Bogawijn Hutagalung, SE, SH, MH, salah seorang Hakim Tipikor PN Pekanbaru, Selasa (8/9/2026).
Menurut Adrian, agenda sidang Tipikor terpaksa mengalami penundaan karena Ketua Majelis Hakim masih berada di Jakarta dan belum dapat kembali ke Pekanbaru akibat terganggunya penerbangan.
“Sidang terpaksa diundur tiga hari ke depan dengan agenda putusan,” kata Adrian.
Ia menjelaskan, Ketua Majelis Hakim Tipikor, Jonson Parancis, hingga Selasa masih berada di Jakarta.
Kondisi tersebut terjadi setelah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat perjalanan udara Jakarta–Pekanbaru sebelumnya tidak dapat berjalan normal.
“Ketua Majelis Hakim Tipikor hari ini, Jonson Parancis, masih berada di Jakarta dan belum bisa kembali ke Pekanbaru akibat bencana abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau,” ujarnya.
Gangguan penerbangan tersebut menunjukkan bahwa bencana vulkanik dapat menimbulkan efek berantai terhadap aktivitas masyarakat, bahkan hingga sektor pelayanan publik dan penegakan hukum.
Sebelumnya, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mencatat puluhan penerbangan dibatalkan akibat dampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Pada Senin (7/9/2026), tercatat 30 penerbangan dari dan menuju Pekanbaru dibatalkan dan berdampak terhadap hampir 5.000 penumpang.
Gangguan juga terjadi di sejumlah bandara lain. Secara nasional, ratusan penerbangan sempat terdampak setelah sebaran abu vulkanik Anak Krakatau mengganggu ruang udara di sejumlah wilayah Indonesia.
Namun, kondisi penerbangan mulai menunjukkan pemulihan. Pada Selasa (8/9/2026), Bandara SSK II Pekanbaru mulai kembali beroperasi dan penerbangan menuju Jakarta kembali berjalan.
BMKG juga menyatakan sejumlah bandara telah kembali dibuka setelah pemeriksaan menunjukkan kondisi abu vulkanik di area bandara dan ruang udara terkait berada pada kondisi yang memungkinkan untuk operasional penerbangan.
Adrian berharap kondisi penerbangan segera pulih sepenuhnya sehingga aktivitas masyarakat, pemerintahan, pelayanan publik, hingga persidangan dapat kembali berjalan seperti biasa.
“Semoga kondisi segera membaik seperti semula. Penerbangan dari Jakarta ke Sumatera, khususnya ke Pekanbaru, Riau, bisa kembali normal,” pungkasnya.
Penundaan persidangan Tipikor tersebut menjadi gambaran bagaimana sebuah bencana alam yang terjadi di satu wilayah dapat memberikan dampak luas hingga ke berbagai daerah dan sektor kehidupan.
Erupsi Anak Krakatau bukan sekadar persoalan aktivitas vulkanik. Ketika abu vulkanik memasuki jalur penerbangan, efek dominonya dapat menyentuh mobilitas masyarakat, dunia usaha, pelayanan pemerintahan hingga proses peradilan.