Riauexpose.com || Polemik pengadaan 21.801 unit motor lmotor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp1,03 triliun kian memanas.
Setelah ribuan unit motor ditemukan terparkir dan terbengkalai di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkap adanya dugaan penyimpangan anggaran yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Temuan tersebut mencuat setelah Dudung bertemu dengan Kepala BGN Nanik S Deyang untuk membahas nasib ribuan motor listrik yang kini menjadi sorotan publik. Dugaan korupsi dalam proyek pengadaan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kini tengah didalami aparat penegak hukum.
Motor Listrik BGN Rp1,03 Triliun Jadi Sorotan
Dudung menjelaskan, total sebanyak 21.801 unit motor listrik yang telah dibeli menggunakan anggaran negara senilai Rp1,03 triliun saat ini sudah dibayarkan seluruhnya dan otomatis menjadi aset negara di bawah pengelolaan BGN.
Karena telah menjadi aset pemerintah, motor-motor tersebut tidak dapat begitu saja dihapus atau ditinggalkan. Pemerintah kini tengah mengkaji pemanfaatan kendaraan tersebut agar tetap memberikan manfaat bagi negara.
“Ya nanti keputusan terserah Kepala BGN, atau kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat,” kata Dudung di Jakarta Pusat, Rabu (10/6).
Menurut Dudung, motor listrik tersebut tidak lagi relevan diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena para pejabat terkait telah menerima insentif yang cukup besar.
Dugaan Penggelembungan Anggaran Rp200 Miliar hingga Rp400 Miliar
Dalam keterangannya, Dudung juga mengungkap adanya indikasi penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan motor listrik tersebut.
Ia menyebut hasil evaluasi awal menemukan adanya selisih nilai anggaran yang cukup fantastis, yakni berkisar antara Rp200 miliar hingga Rp400 miliar.
Temuan itu menjadi salah satu alasan mengapa proyek pengadaan motor listrik BGN kini menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum.
“Diduga ada selisih anggaran yang nilainya antara Rp200 miliar sampai Rp400 miliar,” ungkapnya.
Ribuan Motor Listrik Terbengkalai di Sentul
Sebelumnya, pada 8 Juni 2026, ribuan motor listrik BGN ditemukan tersimpan di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor.
Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik lantaran kendaraan yang dibeli menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar itu belum didistribusikan dan tampak terparkir tanpa aktivitas selama berbulan-bulan.
Warga sekitar mengaku motor-motor tersebut hanya tersusun rapi di area gudang tanpa ada tanda-tanda penggunaan maupun pengiriman ke daerah.
Situasi ini kemudian memunculkan dugaan adanya masalah dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek pengadaan.
Presiden Prabowo Berpeluang Alihkan Pemanfaatan Motor
Pemerintah membuka kemungkinan pemanfaatan motor listrik tersebut untuk kebutuhan program lain yang dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.
Dudung menyebut keputusan akhir nantinya berada di tangan Kepala BGN maupun Presiden Prabowo Subianto apabila kendaraan tersebut dinilai lebih bermanfaat untuk mendukung program strategis pemerintah lainnya.
Sementara itu, penyidik masih mendalami dugaan penyimpangan dalam proyek bernilai lebih dari Rp1 triliun tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya praktik korupsi yang menyebabkan potensi kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.***












