RIAUEXPOSE.COM PEKANBARU – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) Maxim di Pekanbaru, Riau, akhirnya mengambil langkah tegas.
Kecewa karena tuntutan mereka belum mendapat kepastian dari manajemen, sekitar 80 driver yang tergabung dalam Aliansi Mitra Pengemudi Maxim Pekanbaru menyegel kantor operasional perusahaan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (30/10/2026).
Aksi yang dimulai sejak pukul 09.55 WIB tersebut dipicu keberatan para pengemudi terhadap penerapan Program Turbo atau Fokus Berbayar yang dinilai membebani mitra dan mempersempit peluang mendapatkan pesanan.
Di bawah koordinasi Bagas Putra, massa mendatangi kantor Maxim dengan membawa sejumlah spanduk bernada protes.
Salah satunya bertuliskan, "Kami Mitra Bukan Sekadar Angka" dan "Hapuskan Program Turbo Berbayar Maxim".
Lima Tuntutan Driver Maxim Pekanbaru
Dalam aksi tersebut, para pengemudi menyampaikan lima tuntutan utama kepada manajemen Maxim, yakni:
Hapus Program Turbo atau Fokus Berbayar.
Driver meminta fitur berbayar tersebut dihapus dari aplikasi Maxim karena dinilai memberatkan mitra pengemudi.
Batasi penerimaan driver baru. Mereka meminta perusahaan mengevaluasi dan membatasi perekrutan mitra baru agar persaingan mendapatkan orderan lebih sehat.
Transparansi perhitungan komisi. Pengemudi mendesak adanya keterbukaan mengenai sistem pemotongan dan perhitungan komisi aplikasi.
Berikan Bantuan Hari Raya (BHR). Driver meminta perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan mitra melalui pemberian bantuan hari raya.
Libatkan driver dalam kebijakan perusahaan. Para pengemudi meminta aspirasi mitra menjadi pertimbangan sebelum perusahaan menerapkan kebijakan baru.
Bagi para pengemudi, persoalan paling mendesak adalah Program Turbo yang kini disesuaikan menjadi Program Fokus.
Mereka menilai sistem tersebut menciptakan persaingan yang tidak seimbang karena pengemudi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikuti paket tertentu demi memperoleh peluang pesanan lebih banyak.
Senada dengan itu, Kepala Cabang Maxim Pekanbaru, Fadhil Muhammad, menemui massa dan menjelaskan bahwa penghapusan program tersebut bukan kewenangan kantor cabang, melainkan harus diputuskan manajemen pusat.
"Program Fokus memiliki beberapa pilihan paket, yakni tiga jam seharga Rp12.000, lima jam Rp15.000, tujuh jam Rp17.000, dan sembilan jam Rp20.000," ujar Fadhil.
Menurut pihak manajemen, program tersebut bersifat opsional atau pilihan, bukan kewajiban bagi seluruh pengemudi. Program itu juga disebut masih dalam tahap evaluasi.
Tidak puas dengan penjelasan tersebut, koordinator lapangan Bagas Putra meminta kepala cabang segera menghubungi pimpinan Maxim di tingkat pusat.
Massa bahkan memberikan waktu 30 menit agar tuntutan penghapusan Program Turbo atau Fokus Berbayar disampaikan langsung kepada manajemen pusat.
Namun, setelah melakukan komunikasi, Fadhil kembali menemui massa dan menyampaikan bahwa tuntutan tersebut belum dapat diputuskan karena masih membutuhkan proses evaluasi.
Sebagai bentuk protes, massa kemudian memasang spanduk di bagian depan pintu kantor Maxim Pekanbaru. Mereka meminta kantor ditutup dan digembok sampai perusahaan mengeluarkan kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada kesejahteraan mitra pengemudi.
Setelah menyampaikan seluruh tuntutan dan melakukan penyegelan, massa akhirnya membubarkan diri.
Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan final dari manajemen pusat Maxim terkait tuntutan penghapusan Program Turbo atau Fokus Berbayar.