Berkat Jasa Arwin AS, Ribuan Guru di Siak Bisa Punya Motor

Bupati Siak H. Arwin AS bersama Ketua DPRD Siak Khairudin Yunus dan Camat Tualang Alfedri saat meresmikan SMP Negeri 3 Tualang sekitar 20 tahun silam.
Penulis: Dolly Sandro
Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:55:00 WIB

SIAK RIAUEXPOSE.COM – Di balik perjalanan panjang pembangunan Kabupaten Siak, ada kebijakan yang hingga kini masih membekas dalam ingatan para guru.

Salah satunya program pengadaan sepeda motor operasional bagi tenaga pendidik yang digagas mantan Bupati Siak dua periode, H. Arwin AS, pada masa kepemimpinannya 2001–2011.

Program tersebut bukan sekadar pengadaan kendaraan dinas. Bagi sebagian guru honorer, kebijakan itu menjadi jawaban atas persoalan transportasi yang selama bertahun-tahun mereka hadapi ketika harus menjalankan tugas mengajar dengan penghasilan terbatas.

Pada masa itu, memiliki sepeda motor pribadi bukan perkara mudah bagi sebagian guru honorer.

Keterbatasan ekonomi membuat mereka harus berjuang mencari sarana transportasi untuk menjangkau sekolah, terutama yang lokasinya jauh dari tempat tinggal.

Melalui kebijakan tersebut, Arwin AS menghadirkan solusi nyata untuk membantu mobilitas tenaga pendidik.

Sepeda motor operasional diberikan agar para guru lebih mudah menjalankan tugas dan menjangkau tempat pengabdian mereka.

Puluhan tahun berlalu, manfaat kebijakan itu ternyata masih dirasakan. Bahkan, bagi sejumlah guru, sepeda motor yang diperoleh melalui program tersebut menjadi salah satu kenangan paling berharga selama perjalanan pengabdian sebagai pendidik.

Salah seorang guru di Kabupaten Siak, Bakri, mengaku masih mengingat betul program tersebut.

Ia bahkan menyebut sepeda motor Honda Supra yang diperolehnya sebagai kendaraan pertama yang dimiliki sepanjang hidupnya.

"Ini pertama kali saya punya motor, Honda Supra. Berkat Pak Arwin, kami sebagai guru honorer akhirnya bisa memiliki kendaraan sendiri untuk pergi mengajar," ungkap Bakri.

Bakri mengatakan, kendaraan tersebut hingga kini masih memberikan manfaat. Meski waktu telah berlalu puluhan tahun, sepeda motor itu tetap dirawat dan masih digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk berangkat ke sekolah.

"Alhamdulillah, sampai sekarang motor tersebut masih bermanfaat dan saya gunakan untuk pergi mengajar. Jasa Pak Arwin tentu tidak mudah kami lupakan," tuturnya.

Bagi Bakri, program tersebut bukan hanya tentang bantuan kendaraan, melainkan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap nasib tenaga pendidik, khususnya guru honorer yang saat itu menghadapi keterbatasan ekonomi.

Kisah tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah kebijakan tidak selalu diukur dari besarnya anggaran atau kemegahan pembangunan fisik.

Ada kebijakan sederhana yang dampaknya justru melekat dalam kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun.

Program sepeda motor untuk guru honorer menjadi salah satu catatan kebijakan pada era kepemimpinan Arwin AS yang masih dikenang oleh sebagian tenaga pendidik di Kabupaten Siak.

Kini, ketika Arwin AS telah berpulang, kenangan tentang kebijakan tersebut kembali menjadi cerita tersendiri.

Bukan hanya tentang seorang mantan kepala daerah, tetapi juga tentang perhatian yang pernah dirasakan langsung oleh para guru dalam menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa.

Bagi Bakri dan guru-guru yang merasakan manfaatnya, sepeda motor itu bukan sekadar kendaraan.

Semua itu menjadi kenangan terindah atas sebuah kebijakan yang membantu mereka tetap bisa berangkat mengajar dan menjalankan pengabdian.

Terima kasih, Bapak Pembangunan Siak, H. Arwin AS. Jejak pengabdian, ketulusan, dan karya yang telah Bapak persembahkan untuk Kabupaten Siak akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat.

Waktu boleh berlalu, namun jasa dan kebaikan akan tetap dikenang sepanjang masa.

Selamat jalan, Bapak. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah, mengampuni segala khilaf, melapangkan alam kubur, serta menempatkan Bapak di tempat terbaik di sisi-Nya. Husnul khatimah, surga menjadi tempatmu. Al-Fatihah.

Reporter: Dolly Sandro