Hampir Tabrakan, Sekretaris PKC PMII Riau Supriadi Dikeroyok, Polda Riau Tangkap Satu Tersangka
Riauexpose.com PEKANBARU – Berawal dari insiden nyaris tabrakan di jalan, Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Bangau, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Tim Resmob Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau akhirnya menangkap seorang pria berinisial AS (26) yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Peristiwa tersebut terjadi pada 5 Juli 2026. Akibat pengeroyokan itu, Supriadi yang juga merupakan mahasiswa Universitas Riau (Unri) sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau melalui Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor, mengatakan penangkapan terhadap AS dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang dinilai cukup sesuai ketentuan hukum.
“Untuk saat ini kami penyidik dari Direktorat Kriminal Umum Polda Riau telah melakukan penangkapan terhadap seseorang yang telah kita tetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Rooy di Mapolda Riau, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, penangkapan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang masih terus berjalan. Penyidik saat ini masih mendalami berbagai fakta, alat bukti, serta keterangan para saksi guna mengungkap secara menyeluruh kronologi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Tim kami dari penyidik Ditreskrimum Polda Riau masih melakukan pendalaman terhadap fakta, alat bukti, maupun keterangan yang lain para pihak,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka, insiden itu diduga bermula saat korban dan pelaku berpapasan di Jalan Bangau dan hampir mengalami tabrakan.
Situasi kemudian memicu adu mulut sebelum berujung pada dugaan aksi pemukulan terhadap korban.
“Kalau keterangan dari tersangka sekarang itu karena selisih di jalan. Jadi selisih di jalan hampir tabrakan, kemudian kontak verbal, kemudian terjadi pemukulan. Itu keterangan dari tersangka,” jelas Rooy.
Meski demikian, penyidik menegaskan kronologi tersebut masih didalami. Polisi juga berupaya memastikan apakah terdapat pelaku lain dalam peristiwa tersebut.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi. Polisi juga masih menelusuri informasi terkait dugaan penggunaan senjata atau benda tertentu saat kejadian berlangsung.
“Yang lagi kami dalami terkait dengan keterangan itu ada atau tidak karena memang di TKP ini CCTV minim. Kalau di TKP-nya betul memang tidak ada,” ungkapnya.
Sementara itu, kondisi korban kini telah membaik setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Korban telah diperbolehkan pulang dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Korban sudah keluar dari rumah sakit, sudah bisa beraktivitas kembali,” kata AKBP Rooy.
Mengenai dugaan penggunaan senjata dalam aksi pemukulan, penyidik menyebut hingga saat ini keterangan korban maupun tersangka masih sama, yakni pemukulan dilakukan menggunakan tangan.
“Iya, pengakuan dari korban pakai tangan ya. Sesuai, sama dengan pelaku, keterangan pelaku,”ujarnya.
Polda Riau memastikan penyidikan perkara ini belum selesai. Polisi masih membuka kemungkinan adanya pelaku lain apabila ditemukan alat bukti yang mengarah ke keterlibatan pihak lain.
“Terkait dengan perkembangan ada atau tidak pelaku lainnya atau diduga pelaku lainnya kami akan sampaikan kembali kepada rekan-rekan media,” tegas Rooy.
Ia menambahkan, motif yang disampaikan tersangka saat ini masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan akhir penyidikan.
“Motif yang disampaikan oleh tersangka itu keterangan sementara karena berpapasan. Namun kami masih melakukan pendalaman,” tutupnya memungkasi.
BACA JUGA : Warga Suak Rengas Siak Keluhkan Limbah SPPG MBG, Bau Menyengat Saat Hujan dan Panas Terik Bocah 13 Tahun Tenggelam di Turap Siak, Warga Soroti Lemahnya Pengawasan di Kawasan Wisata Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, LBH Sebut Petugas GT Kandis Utara Lalai