Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Riau Darurat Hotspot, 233 Titik Panas Terdeteksi, Bengkalis Mendominasi

Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan temuan terbanyak, yakni mencapai 213 titik hotspot.
Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan temuan terbanyak, yakni mencapai 213 titik hotspot (istimewa)

Riauexpose.Com– Provinsi Riau kembali dihadapkan pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Jumat (3/4/2026) sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat sebanyak 233 hotspot (titik panas) tersebar di berbagai wilayah.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan temuan terbanyak, yakni mencapai 213 titik hotspot.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa selain Bengkalis, titik panas juga terpantau di sejumlah daerah lain, di antaranya Dumai 2 titik, Kepulauan Meranti 1 titik, Rokan Hilir 5 titik, Pelalawan 9 titik, Indragiri Hulu 2 titik, serta Pekanbaru 1 titik.

“Namun dari seluruh hotspot tersebut, yang terkonfirmasi sebagai fire spot atau titik api aktif hanya terdapat di dua wilayah, yakni Bengkalis dan Pelalawan,” ujarnya.

Di Kabupaten Pelalawan, titik api terdeteksi berada di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Saat ini kondisi di lapangan sudah memasuki tahap pendinginan, meski masih ditemukan asap.

Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis, titik api ditemukan di sejumlah lokasi, yakni di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, serta di Desa Sekodi dan Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis.

“Di sejumlah titik tersebut masih terdapat api aktif dan asap tebal,” jelasnya.

Upaya penanganan terus dilakukan secara intensif melalui pemadaman darat oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat.

Selain itu, pemadaman juga diperkuat melalui water bombing menggunakan helikopter, pengerahan alat berat untuk pembuatan sekat bakar dan embung, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BPBD Damkar Riau mencatat, hingga saat ini sekitar 14 ton garam telah disemai ke awan potensial untuk memicu hujan buatan, terutama di wilayah pesisir Riau.

“OMC terus dilakukan, bahkan hingga malam hari saat terdapat awan potensial,” tutupnya.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png