Riauexpose.com JAKARTA – Nama Soekarno tidak hanya tercatat dalam sejarah sebagai Presiden pertama Republik Indonesia. Di balik perjalanan politik dan perjuangannya membangun Indonesia, kehidupan pribadi Soekarno juga menjadi bagian dari sejarah yang hingga kini menarik perhatian.
Soekarno diketahui menikah dengan sembilan perempuan sepanjang hidupnya. Masing-masing memiliki kisah berbeda dan hadir pada fase kehidupan Soekarno yang tidak selalu sama, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga periode ketika ia memimpin Indonesia.
Deretan nama tersebut yakni Siti Oetari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar.
Berikut kisah singkat sembilan perempuan yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan pribadi Soekarno.
1. Siti Oetari Tjokroaminoto
Siti Oetari merupakan istri pertama Soekarno. Ia adalah putri tokoh pergerakan nasional H.O.S. Tjokroaminoto, yang menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan intelektual dan politik Soekarno saat muda.
Pernikahan tersebut berlangsung ketika Soekarno masih berada pada fase awal kehidupannya sebagai seorang pemuda yang mulai terjun dalam pergerakan.
2. Inggit Garnasih
Inggit Garnasih dikenal sebagai sosok yang mendampingi Soekarno dalam periode penuh tantangan.
Ia menemani Soekarno ketika perjuangan politiknya menghadapi tekanan pemerintah kolonial Belanda, termasuk ketika Soekarno mengalami masa pengasingan.
Kisah Inggit kerap mendapat perhatian karena perannya dianggap sangat dekat dengan perjalanan Soekarno sebelum Indonesia merdeka.
3. Fatmawati
Fatmawati merupakan salah satu nama paling dikenal dalam kehidupan Soekarno.
Ia menjadi Ibu Negara dan dikenal luas sebagai sosok yang menjahit bendera Merah Putih yang kemudian dikibarkan dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Peran Fatmawati membuat namanya memiliki tempat tersendiri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
4. Hartini
Hartini menjadi istri Soekarno pada dekade 1950-an.
Pernikahannya dengan Soekarno mendapat perhatian luas karena berlangsung ketika Soekarno masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Nama Hartini kemudian menjadi salah satu bagian dari kisah kehidupan pribadi Soekarno yang banyak dibicarakan dalam berbagai catatan sejarah.
5. Kartini Manoppo
Kartini Manoppo merupakan perempuan asal Sulawesi yang kemudian menjadi bagian dari kehidupan keluarga Soekarno.
Namanya juga dikenal dalam sejumlah catatan mengenai kehidupan pribadi Presiden pertama Indonesia tersebut.
6. Ratna Sari Dewi
Ratna Sari Dewi merupakan perempuan asal Jepang yang sebelumnya bernama Naoko Nemoto.
Ia menikah dengan Soekarno dan kemudian dikenal luas dengan nama Ratna Sari Dewi Soekarno.
Kisah Dewi menjadi salah satu bagian menarik dari hubungan Soekarno dengan dunia internasional, terutama karena latar belakangnya yang berasal dari Jepang.
7. Haryati
Haryati merupakan mantan penari Istana yang kemudian menikah dengan Soekarno pada era 1960-an.
Kehadirannya kembali menambah warna dalam kisah kehidupan pribadi Soekarno pada masa ketika ia masih memegang tampuk pemerintahan Indonesia.
8. Yurike Sanger
Yurike Sanger menjadi salah satu perempuan yang menikah dengan Soekarno ketika ia masih menjabat sebagai Presiden.
Kisah hubungan keduanya juga menjadi bagian dari catatan kehidupan pribadi Soekarno pada periode akhir pemerintahannya.
9. Heldy Djafar
Heldy Djafar tercatat sebagai istri terakhir Soekarno.
Pernikahan tersebut berlangsung ketika perjalanan politik Soekarno sudah memasuki fase yang sangat berbeda dibandingkan masa awal pemerintahannya.
Kisah Heldy menjadi penutup dari perjalanan panjang kehidupan pernikahan Soekarno.
Bukan Sekadar Kisah Pernikahan
Kisah sembilan istri Soekarno menarik bukan semata karena jumlah pernikahannya. Setiap perempuan hadir pada fase berbeda dalam kehidupan sang proklamator.
Ada yang mendampinginya ketika masih menjadi pemuda dan aktivis pergerakan. Ada yang berada di sisinya saat menghadapi pengasingan. Ada pula yang kemudian dikenal sebagai Ibu Negara dan memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, kisah sembilan perempuan tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari potret kehidupan pribadi Soekarno yang berjalan beriringan dengan perjalanan panjang sejarah Indonesia.
"BACA JUGA" Kemenkum Riau ke Kejati, Bahas 22 OBH dan Penguatan Posbankum Kapal MV Ocean Porter Bawa 2,6 Ton Sabu Cair, 10 WN Myanmar Diamankan Asap Karhutla Pelalawan Terbawa Angin ke Pekanbaru, Jarak Pandang Turun 500 Meter