Riauexpose.com BENGKALIS || Sebuah pompong yang mengangkut sejumlah penumpang dan sepeda motor diduga mengalami kebocoran saat berlayar di perairan Pulau Bengkalis, Sabtu (27/6/2026).
Insiden yang terjadi di tengah perjalanan dari Sungai II menuju Pelabuhan Kudap itu sempat memicu kepanikan penumpang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan pompong milik warga.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah video detik-detik kejadian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat suasana di atas pompong dipenuhi penumpang yang mulai panik ketika mengetahui kapal yang mereka tumpangi kemasukan air.
Seorang warga yang ikut membantu proses penyelamatan bernama Ujang mengatakan situasi sempat menegangkan karena air terus masuk ke dalam pompong.
“Kami lihat penumpang sudah panik. Beberapa pompong yang berada tidak jauh dari lokasi langsung mendekat untuk membantu memindahkan penumpang. Syukurlah semuanya bisa dievakuasi dengan selamat,” kata Ujang.
Selain membawa banyak penumpang, pompong tersebut juga mengangkut belasan sepeda motor.
Berdasarkan informasi yang beredar, kapal tradisional itu diduga beroperasi dengan muatan melebihi kapasitas sehingga memunculkan risiko terhadap aspek keselamatan pelayaran.
Dalam video yang beredar, para penumpang tampak berusaha tetap tenang sambil menunggu bantuan datang.
Tak lama kemudian, beberapa pompong milik warga merapat guna memberikan bantuan dan melakukan proses evakuasi.
Satu per satu penumpang dipindahkan ke kapal lain guna menghindari risiko yang lebih besar apabila kondisi pompong semakin memburuk.
Proses evakuasi berlangsung lancar dan berhasil diselesaikan tanpa adanya korban jiwa maupun barang berharga.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebocoran yang dialami pompong tersebut baik dari instansi terkait maupun dari pihak kapal itu sendiri.
Belum ada informasi apakah insiden dipicu oleh kerusakan lambung kapal, benturan dengan benda di perairan, atau faktor teknis lainnya.
Pihak berwenang juga belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap kejadian, jumlah penumpang yang berada di atas kapal, jumlah sepeda motor yang diangkut, maupun kondisi akhir pompong setelah berhasil dievakuasi.












