Riauexpose.Com – Kemeriahan Festival Perahu Beganduang di Tepian Muko Lobua, Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing, Kamis (26/3/2026) berubah menjadi duka dan hari yang tak terlupakan bagi tiga bocah di Lubuk Jambi.
Tiga pelajar menjadi korban ledakan petasan, dengan satu korban mengalami luka berat hingga nyaris kehilangan empat jari tangan.
Korban diketahui merupakan pelajar MTs kelas 1, warga Koto Lubuk Jambi, masing-masing berinisial A, D, dan F.
Peristiwa tragis itu terjadi saat ketiganya berada di bagian depan perahu peserta arak-arakan dan memegang petasan berukuran besar secara bersama-sama.
Diduga, petasan tersebut meledak di tangan mereka sebelum sempat dilempar, menyebabkan luka serius pada ketiganya.
Korban F mengalami kondisi paling parah. Empat jari tangan kanannya putus dan hanya menyisakan satu jari. Ia langsung dilarikan dan kini menjalani penanganan intensif di RSUD Teluk Kuantan.
“Informasi di lapangan, petasan itu dipegang langsung oleh para korban saat berada di kepala perahu. Ledakan terjadi seketika karena petasan tidak terbang dan meledak ditangan mereka,” ungkap Yudi warga Pulau Binjai.
Peristiwa ini sontak mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Insiden tersebut bahkan telah dilaporkan kepada Bupati Kuansing, yang disebut akan segera menjenguk korban sebagai bentuk empati.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait minimnya pengawasan terhadap penggunaan petasan dalam kegiatan publik, khususnya yang melibatkan anak-anak.
Penggunaan petasan berdaya ledak tinggi tanpa standar keamanan yang jelas sangat berisiko dan dapat berujung pada kecelakaan fatal, seperti yang terjadi dalam festival budaya tersebut.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari panitia maupun pihak berwenang terkait evaluasi pengamanan dalam kegiatan tersebut.
Namun begitu, kejadian ini diharapkan menjadi momentum untuk memperketat aturan dan pengawasan demi mencegah tragedi serupa terulang.
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan atau membiarkan anak-anak bermain petasan, terutama dalam keramaian tanpa pengawasan ketat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama di atas euforia perayaan.















