Riauexpose.com KUANSING — Gemuruh Pacu Jalur kembali bersiap mengguncang Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Namun, ada catatan menarik pada Festival Pacu Jalur 2026, jumlah peserta tahun ini turun menjadi 175 jalur, dibandingkan 228 jalur yang berlaga pada perhelatan tahun lalu saat festival tersebut menjadi sorotan nasional dengan kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Festival Pacu Jalur 2026 akan berlangsung di arena Tepian Narosa, Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada 19–23 Agustus 2026.
Meski jumlah jalur berkurang, Pemerintah Kabupaten Kuansing justru memasang target lebih besar, yakni membawa tradisi yang telah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia itu semakin dikenal hingga mancanegara.
Pada Festival Pacu Jalur 2025, sebanyak 228 jalur tercatat mengikuti perlombaan. Wapres Gibran Rakabuming Raka hadir langsung di Tepian Narosa pada 20 Agustus 2025 dan melakukan flag off atau pelepasan hilir pertama hingga ketiga.
Tahun ini, sebanyak 175 jalur dipastikan ambil bagian. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai kecamatan di Kuansing, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Sumatera Barat, dan Jambi.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Muradi mengatakan, peserta yang telah terdata berasal dari Cerenti sebanyak 8 jalur, Inuman 8 jalur, Kuantan Hilir 6 jalur, Kuantan Hilir Seberang 11 jalur, dan Logas Tanah Darat 2 jalur.
Selanjutnya, Pangean mengirimkan 11 jalur, Benai 17 jalur, Sentajo Raya 8 jalur, Kuantan Tengah 29 jalur, Gunung Toar 16 jalur, Kuantan Mudik 22 jalur, Hulu Kuantan 8 jalur, dan Singingi Hilir 1 jalur.
Selain itu, terdapat 26 jalur dari Kabupaten Indragiri Hulu serta masing-masing satu jalur dari Sumatera Barat dan Jambi.
“Peserta yang telah terdata berasal dari sejumlah kecamatan di Kuansing serta beberapa daerah di luar provinsi,” kata Muradi, Minggu (16/8/2026).
Muradi menjelaskan, rangkaian Festival Pacu Jalur 2026 akan diawali dengan pawai pada hari pertama. Setelah itu, perlombaan dilanjutkan dengan total 25 kali hilir.
Keikutsertaan jalur dari luar Kuansing menjadi salah satu daya tarik tersendiri pada festival tahun ini.
Kehadiran peserta lintas daerah sekaligus menunjukkan bahwa Pacu Jalur tidak hanya menjadi milik masyarakat Kuansing, tetapi telah berkembang sebagai magnet budaya dan pariwisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing Mukhlisin mengatakan, Pacu Jalur memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang dikenal lebih luas.
Karena itu, Pemkab Kuansing berkomitmen memperkuat promosi Festival Pacu Jalur 2026 dengan memanfaatkan kreativitas dan potensi generasi muda daerah.
Mukhlisin meminta penyelenggaraan festival tahun ini dikemas lebih kreatif dan masif sehingga mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform media.
Menurutnya, generasi muda Kuansing yang menguasai bahasa asing, seperti Inggris, Arab hingga Mandarin, perlu diberi ruang untuk ikut memperkenalkan Pacu Jalur kepada dunia.
“Anak-anak kita yang menguasai bahasa asing harus diberi ruang. Mereka bisa menjadi reporter jalur, sehingga cerita dan filosofi Pacu Jalur dapat disampaikan kepada masyarakat dunia,” ujar Mukhlisin.
Masyarakat, lanjut dia, juga dapat dilibatkan sebagai reporter maupun pembawa cerita di sekitar arena perlombaan.
Dengan pola tersebut, sejarah, filosofi, tradisi, hingga kemeriahan Pacu Jalur dapat dikemas menjadi cerita yang lebih mudah diterima masyarakat internasional.
Mukhlisin menegaskan, di balik kecepatan perahu membelah Sungai Kuantan terdapat nilai gotong royong yang menjadi kekuatan utama Pacu Jalur.
Semangat tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan Pacu Jalur sebagai atraksi wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Target kita bukan hanya masyarakat Kuansing tahu Pacu Jalur. Dunia juga harus tahu bahwa di Kuansing ada budaya yang luar biasa ini. Kalau semakin dikenal, kita berharap semakin banyak wisatawan mancanegara datang ke Kuansing,” tegasnya.
Pacu Jalur 2026 pun hadir dengan tantangan tersendiri. Setelah pada 2025 panggung Tepian Narosa mendapat perhatian nasional melalui kehadiran Wapres Gibran, tahun ini Pemkab Kuansing ingin membawa gaung festival tersebut lebih jauh melalui kekuatan promosi digital dan kreativitas generasi muda.
Jumlah peserta memang turun dari 228 menjadi 175 jalur. Namun, semangat untuk menjadikan Pacu Jalur sebagai ikon budaya Riau yang dikenal dunia justru dipasang semakin tinggi.
Festival Pacu Jalur 2026 bukan sekadar tentang siapa yang tercepat membelah Sungai Kuantan. Lebih dari itu, Tepian Narosa kembali menjadi panggung untuk memperlihatkan kepada dunia tentang warisan budaya, gotong royong, kekompakan, dan identitas masyarakat Kuantan Singingi.
"BACA JUGA" Polda Riau Bongkar Jaringan PETI, Pemodal Tambang dan Pemilik Toko Jadi Tersangka 1.072 Warga Binaan Lapas Tembilahan Diusulkan Remisi, 804 Terima Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Temukan 2 Pekerja Migran Tewas di Rupat, 1 Masih Hilang