Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Pemkab Siak Kembangkan Aplikasi MBG untuk Awasi Kualitas Makanan Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Diskominfo Siak Rozi Chandra memaparkan pengembangan Aplikasi MBG sebagai sistem digital pengawasan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Siak.
Kepala Diskominfo Siak Rozi Chandra memaparkan pengembangan Aplikasi MBG sebagai sistem digital pengawasan kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Siak.

Riauexpose.com SIAK – Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Siak mengembangkan Aplikasi MBG, sebuah sistem digital yang dirancang untuk mengawasi kualitas makanan mulai dari proses produksi hingga diterima oleh para siswa.

Inovasi ini menjadi terobosan baru dalam memastikan setiap makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar mutu, tepat waktu, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai gizi yang baik.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Dengan sistem pengawasan berbasis digital, pemerintah berharap pelaksanaan Program MBG semakin transparan, terukur, dan akuntabel.

Pengembangan aplikasi tersebut dipaparkan dalam rapat ekspos yang berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Siak, Senin (3/8/2026).

Pertemuan itu dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Koordinator MBG Kabupaten Siak, Sekretaris Diskominfo, serta para kepala bidang di lingkungan Diskominfo.

Kepala Diskominfo Kabupaten Siak, Rozi Chandra, mengatakan Aplikasi MBG tidak hanya berfungsi sebagai media pelaporan, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak yang terlibat agar kualitas makanan tetap terjaga selama proses penyediaan hingga distribusi.

“Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan awareness para pelaksana lapangan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat Program MBG,” ujar Rozi Chandra.

Menurut mantan Asisten 3 Sekda Kab Siak itu, sistem tersebut dibangun dengan empat indikator utama sebagai parameter pengawasan.

Keempat indikator tersebut meliputi ketepatan waktu distribusi, kesegaran makanan, kelayakan serta cita rasa makanan, dan variasi menu yang disajikan setiap hari.

“Tujuannya adalah meningkatkan awareness kepada KSPPG, pengawas gizi, dan mitra bahwa makanan yang didistribusikan kepada anak harus tepat waktu, segar, baik dan enak dikonsumsi, serta memiliki variasi menu agar tidak membosankan,” jelasnya.

Rozi mengatakan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada terpenuhinya kebutuhan gizi, tetapi juga kualitas makanan yang diterima siswa setiap hari.

Oleh karena itu, seluruh unsur pelaksana, mulai dari KSPPG, tenaga pengawas gizi hingga mitra penyedia makanan harus memiliki standar pelayanan yang sama.

Melalui aplikasi tersebut, proses pengawasan di lapangan diharapkan berlangsung lebih cepat, objektif, dan terdokumentasi secara digital.

Data yang masuk dari para petugas nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG secara berkelanjutan.

Selain memaparkan sistem aplikasi, rapat ekspos juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyamakan persepsi terkait kebutuhan data, mekanisme pelaporan, serta pembagian tugas masing-masing instansi dalam mendukung implementasi aplikasi tersebut.

Berbagai masukan dari peserta rapat akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum Aplikasi MBG diterapkan secara lebih luas di seluruh wilayah Kabupaten Siak.

Rozi mengklaim, pengembangan Aplikasi MBG menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

75 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png