Tampak depan Hotel Hollywood di Riau

Mahkota Kesultanan Siak Dipamerkan di Pekanbaru, Warga Riau Berkesempatan Saksikan Warisan Sejarah

IMG 6082

Mahkota Kesultanan Siak

PEKANBARU – Untuk pertama kalinya setelah lebih dari 80 tahun, Mahkota Kesultanan Siak Sri Indrapura dapat dilihat langsung oleh publik dalam Pameran Pembangunan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau, yang akan digelar pada 7–10 Agustus 2025, di Jalan Sultan Syarif Kasim, tepatnya di depan Masjid Raya Annur, Pekanbaru.

Promo Fakultas Hukum UPBI

Fakultas Hukum UPBI

Pameran ini akan dibuka setiap hari mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WIB, dan menghadirkan tiga pusaka penting, yakni mahkota, pin, dan pedang peninggalan Sultan Siak, yang selama ini tersimpan di Museum Nasional Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rahmat, yang juga Ketua Panitia Pameran, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya benda-benda pusaka tersebut di Bumi Lancang Kuning.

“Pameran tahun ini terasa sangat istimewa. Untuk pertama kalinya masyarakat dapat menyaksikan langsung mahkota, pin, dan pedang Sultan Siak yang sarat akan nilai sejarah dan budaya,”ungkapnya, Selasa (5/8/2025).

Roni juga bilang bahwa proses peminjaman benda-benda berharga tersebut dilakukan dengan prosedur yang sangat hati-hati dan melibatkan tim profesional dari Museum Nasional.

“Saat ini saya masih berada di Jakarta. Tim dari Museum Nasional sedang melakukan persiapan pengiriman ke Pekanbaru. Insya Allah besok akan tiba di Pekanbaru dan akan disambut dengan prosesi adat di Balai Adat LAMR,” tuturnya.

Mahkota Kesultanan Siak sendiri merupakan simbol kebesaran Melayu yang sangat berharga. Dibuat pada abad ke-19, mahkota ini memiliki berat 1.803,3 gram, diameter 33 sentimeter, dan tinggi 27 sentimeter.

Mahkota tersebut terbuat dari emas, berlian, rubi, zamrud, serta mutiara, keindahan dan kemegahannya mencerminkan kejayaan masa lalu Kesultanan Siak.

Sebagai catatan sejarah, mahkota ini dibawa ke Jakarta pada tahun 1945, saat Sultan Syarif Kasim II menyerahkan lambang-lambang kerajaan kepada pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyadari betapa berharganya sejarah dan budaya kita. Ini bukan sekadar pameran, tetapi kesempatan untuk menyentuh kembali akar jati diri kita sebagai orang Melayu,” pungkas Roni.

63 / 100 Skor SEO
https://riauexpose.com/wp-content/uploads/2024/06/Merah-Ilustratif-Modern-Dirgahayu-Bhayangkara-Instagram-Story_20240629_090843_0000.png