Kapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Buronan Internasional Diburu

Kapolri Suyudi Ario Seto meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 bersama Ditjen Imigrasi untuk memperketat pengawasan buronan internasional di pintu masuk Indonesia.
Penulis: Usman
Jumat, 06 November 2026 | 10:19:00 WIB

RIAUEXPOSE.COM JAKARTA – Tak ada lagi ruang nyaman bagi buronan internasional yang mencoba menyusup ke wilayah Indonesia.

Polri bersama Direktorat Jenderal Imigrasi resmi memperkuat pengawasan di pintu perlintasan negara melalui peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7), sebuah sistem digital yang dirancang untuk mempercepat deteksi dan identifikasi pelaku kejahatan lintas negara.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersama Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Kadivhubinter Polri Irjen Pol Untung Widyamoko di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan nasional di tengah meningkatnya kompleksitas kejahatan transnasional, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika, hingga pergerakan buronan internasional yang berupaya melintasi batas negara.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan, I-GHAS 24/7 merupakan terobosan antara Polri dan Ditjen Imigrasi untuk mempercepat pertukaran informasi serta meningkatkan ketepatan identifikasi terhadap buronan internasional.

“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” ujar Suyudi.

Melalui aplikasi tersebut, petugas imigrasi dapat terhubung dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui jaringan Interpol yang menjangkau 196 negara.

Sistem ini memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan terhadap kecocokan data seseorang dengan informasi buronan internasional.

Apabila ditemukan indikasi kesesuaian, proses verifikasi dan koordinasi penanganan dapat segera dilakukan.

Dengan mekanisme tersebut, pertukaran informasi diharapkan berlangsung lebih cepat dan akurat, sehingga mempersempit celah yang berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan lintas negara.

Kapolri mengklaim, perkembangan kejahatan lintas negara menuntut aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan kemampuan melalui pemanfaatan teknologi.

Kecepatan informasi menjadi faktor penting dalam mendeteksi pergerakan buronan, sekaligus menentukan langkah penanganan secara tepat.

“Tentunya hal ini perlu kami perkuat dengan teknologi yang senantiasa lebih cepat, lebih tepat untuk identifikasi dan kecepatan dalam penanganannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti sejumlah keberhasilan penanganan perkara melalui kerja sama lintas negara, termasuk penangkapan buronan Interpol terkait TPPO di Bandara Soekarno-Hatta, penggagalan penyelundupan 1,6 ton ketamin, hingga pengungkapan laboratorium gelap.

Polri juga menyiapkan pengembangan aplikasi I-GHAS 24/7 melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik pada 2027.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kemampuan identifikasi dan efektivitas pengawasan terhadap individu yang terindikasi terlibat kejahatan lintas negara.

Kapolri meminta seluruh jajaran mempersiapkan kemampuan personel dan memastikan keandalan sistem agar implementasi teknologi tersebut dapat berjalan optimal.

Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar teknologi tidak hanya menjadi instrumen digital, tetapi benar-benar mampu mendukung pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyambut baik peluncuran I-GHAS 24/7. Menurutnya, integrasi data dan komunikasi digital menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan di wilayah perlintasan.

“Inisiasi dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik. Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” kata Hendarsam.

Ia berharap peluncuran aplikasi ini menjadi momentum memperluas sinergi antara Ditjen Imigrasi dan Polri dalam menjaga keamanan serta kedaulatan negara.

“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Usman