Tamatan SMA Ingin Jadi Perwira Polisi? Simak Tahapan Akpol
PEKANBARU, RIAUEXPOSE.COM — Bagi kamu tamatan SMA sederajat yang bercita-cita menjadi perwira Polri, jalan menuju Akademi Kepolisian (Akpol) bukan sekadar soal keberanian.
Persiapan akademik, kesehatan, fisik, psikologi, administrasi hingga mental kepribadian harus dipersiapkan secara matang sejak jauh-jauh hari.
Akpol merupakan jalur pendidikan pembentukan calon Perwira Pertama Polri berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Dalam penerimaan Taruna/Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026, Polri menetapkan kuota pendidikan sebanyak 300 peserta didik, dengan lama pendidikan tiga tahun di Akpol Lemdiklat Polri, Semarang.
Bagi calon peserta, gambar tahapan seleksi yang beredar di media sosial dapat menjadi gambaran penting.
Namun begitu, peserta tetap wajib menjadikan informasi resmi Penerimaan Polri sebagai acuan utama karena persyaratan dan jadwal dapat berubah sesuai ketentuan resmi.
Persyaratan pendidikan untuk penerimaan Akpol 2026 antara lain minimal lulusan SMA dengan ketentuan nilai tertentu sesuai tahun kelulusan.
Untuk lulusan 2021–2025, misalnya, nilai rata-rata ijazah minimal yang ditetapkan adalah 75,00 atau Buntuk ketentuan umum. Sementara lulusan 2026 memiliki ketentuan tersendiri sebagaimana diumumkan Polri.
Setelah lolos verifikasi administrasi, calon peserta harus menghadapi rangkaian seleksi yang cukup panjang.
Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi berbasis CAT, tes akademik, uji komputer, EKG, kesamaptaan jasmani dan antropometri, hingga pemeriksaan kesehatan tahap II.
Tahapan kemudian berlanjut dengan PMK dan Psikologi II, pemeriksaan administrasi akhir serta sidang kelulusan tingkat daerah, sebelum peserta yang memenuhi ketentuan melanjutkan seleksi tingkat pusat di Akpol.
Untuk kamu yang masih duduk di bangku SMA dan memiliki target mengikuti seleksi Akpol pada kesempatan berikutnya, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum pendaftaran dibuka.
Pertama, akademik. Biasakan belajar secara teratur dan perkuat kemampuan yang berkaitan dengan materi tes akademik.
Kedua, fisik. Latihan lari, push-up, sit-up, pull-up serta latihan kebugaran lainnya perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Ketiga, kesehatan. Jangan menunggu pemeriksaan kesehatan baru mulai memperhatikan pola hidup. Tidur cukup, olahraga teratur dan menjaga kebugaran menjadi bagian penting dari persiapan.
Keempat, psikologi dan kepribadian. Seleksi tidak hanya mengukur kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga aspek psikologis serta mental kepribadian.
Kelima, administrasi. Dokumen harus dipersiapkan dengan teliti. Kesalahan administrasi dapat menghambat proses seleksi.
Polri menegaskan bahwa rekrutmen Akpol 2026 dilaksanakan melalui jalur reguler nasional dan tidak ada kuota khusus, jalur titipan, perlakuan istimewa maupun rekomendasi untuk meluluskan peserta tertentu. Proses seleksi menerapkan prinsip BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.
Polda Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat menjamin kelulusan peserta dengan imbalan tertentu.
Proses penerimaan dinyatakan tidak dipungut biaya dan peserta diminta mengikuti mekanisme resmi yang telah ditentukan.
Bagi para pelajar SMA yang memiliki mimpi mengenakan seragam perwira Polri, pesan terpentingnya sederhana: jangan menunggu pendaftaran dibuka untuk mulai mempersiapkan diri.
Bangun kemampuan akademik, latih fisik, jaga kesehatan, kuatkan mental dan lengkapi pengetahuan tentang seluruh persyaratan.
Sebab, perjalanan menuju Akpol dimulai bukan ketika formulir pendaftaran dibuka, tetapi sejak seseorang memutuskan untuk serius mengejar cita-citanya.
Informasi penerimaan dan persyaratan terbaru wajib dicek melalui situs resmi Penerimaan Polri, karena jadwal serta ketentuan setiap tahun dapat berubah.
Pada penerimaan Akpol 2026, pendaftaran online dan verifikasi berlangsung 9–30 Maret 2026, sedangkan situs resmi saat ini mencatat pendaftaran Akpol 2026 telah berakhir.