Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, ISPU Memburuk, Pelajar Kembali PJJ

Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru saat kualitas udara memburuk dan Wako Agung Nugroho bersama Muspida sampaikan penerapan PJJ bagi peserta didik. (Dok. Istimewa)
Penulis: Usman
Rabu, 16 September 2026 | 11:46:00 WIB

Riauexpose.com PEKANBARUKabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kualitas udara yang memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat membuat Pemerintah Kota Pekanbaru kembali mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan PJJ diberlakukan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16–18 September 2026, bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD hingga SMP sederajat, baik sekolah negeri maupun swasta.

Langkah tersebut diambil setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat membahas kondisi kualitas udara pada Selasa (15/9/2026).

Pada rapat tersebut, pemerintah mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan menerapkan PJJ diambil karena kondisi udara sudah tidak ideal bagi aktivitas anak-anak di luar ruangan, sementara hujan yang diharapkan dapat membantu membersihkan udara belum diperkirakan turun hingga Jumat.

“Mempertimbangkan prediksi BMKG curah hujan yang belum turun sampai hari Jumat, maka mulai besok melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” kata Agung.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemko Pekanbaru, angka kualitas udara pada Selasa mencapai 220 dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Dalam keterangan lainnya, Agung menyebut data BMKG menunjukkan angka 220, sementara data ISPU yang diterima Pemko pada pukul 14.00 WIB tercatat 243.

Kondisi tersebut membuat pemerintah memilih mengalihkan sementara pembelajaran tatap muka ke sistem daring. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah antisipasi agar peserta didik tidak terlalu banyak terpapar udara yang tercemar.

Agung menegaskan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca. Apabila hujan belum turun dan kualitas udara belum membaik, masa PJJ dapat diperpanjang.

Pemko sebelumnya menyampaikan kemungkinan perpanjangan hingga Minggu apabila kondisi tidak menunjukkan perbaikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal turut meminta satuan pendidikan mengoptimalkan pembelajaran melalui media elektronik selama PJJ berlangsung.

Orang tua juga diimbau mengawasi kegiatan belajar anak dari rumah sekaligus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.

Pemko Pekanbaru berharap hujan segera turun sehingga kabut asap dapat berkurang dan kualitas udara kembali membaik.

Pemerintah juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan selama kondisi udara belum normal.

Bagi masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak usia sekolah, kondisi ini menjadi pengingat bahwa kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang, tetapi juga menyangkut kualitas udara dan aktivitas harian warga.

Agung pun mengajak masyarakat bersama-sama berharap kondisi cuaca segera berubah sehingga kabut asap dapat berakhir.

“Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan turun dan kabut asap segera berakhir,” pungkas Agung.

Reporter: Usman