Arisal Aziz Bangga Kinerja Zulhas, Swasembada Pangan dan Stok Beras Aman 2027
Riauexpose.com JAKARTA – Optimisme terhadap ketahanan pangan nasional mendapat apresiasi dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Arisal Aziz. Ia mengaku bangga terhadap kinerja Ketua Umum DPP PAN yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
Menurut Arisal Aziz yang akrab disapa Josal, berbagai langkah yang dilakukan Zulhas di sektor pangan menunjukkan arah kebijakan yang semakin kuat dalam membangun ketahanan pangan nasional.
Salah satu indikatornya adalah optimisme pemerintah terhadap ketersediaan stok beras yang diperkirakan aman hingga 2027.
“Saya sangat bangga dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan,” kata Arisal Aziz dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Arisal menilai, pemberitaan mengenai Zulhas selama menjabat sebagai Menko Bidang Pangan sepanjang Januari hingga Juli 2026 juga memperlihatkan kecenderungan sentimen yang relatif positif.
Ia menyebut, isu yang paling banyak mendapat sorotan positif berkaitan dengan program swasembada pangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok, perlindungan terhadap petani dan nelayan, hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
“Grafik menunjukkan bahwa pemberitaan Zulkifli Hasan sebagai Menko Pangan selama Januari–Juli 2026 didominasi sentimen positif, terutama terkait swasembada pangan, stabilisasi harga, perlindungan petani dan nelayan, serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Josal.
Dia menjelaskan, dari 36 berita atau isu utama yang dianalisis, sebanyak 21 berita atau sekitar 58,3 persen memiliki nada pemberitaan positif.
Sementara itu, sembilan berita atau 25 persen berada dalam kategori moderat atau netral. Adapun enam berita lainnya atau sekitar 16,7 persen bernada negatif.
Menurutnya, sentimen negatif mulai mengalami peningkatan pada Juni hingga Juli 2026. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan persoalan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk isu audit serta kebutuhan pembenahan dalam pelaksanaan program.
“Secara umum, grafik memperlihatkan citra pemberitaan Zulhas relatif positif, tetapi mengalami tekanan pada pertengahan 2026 akibat isu MBG,” kata Josal.
Meski demikian, Arisal menilai langkah evaluasi dan audit serta keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian penting untuk memperbaiki program pemerintah dan menjaga kepercayaan publik.
“Langkah evaluasi, audit, pembenahan, dan keterbukaan terhadap kritik kemudian menjadi faktor penting dalam meredam sentimen negatif tersebut,” lanjutnya.
Arisal menilai upaya mewujudkan swasembada pangan bukan pekerjaan sederhana. Kebijakan tersebut membutuhkan kesinambungan program, stabilitas harga, perlindungan terhadap pelaku usaha sektor pangan, serta dukungan terhadap petani dan nelayan.
Karena itu, ia mengapresiasi arah kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dinilai semakin menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas nasional.
Bagi Arisal, keberhasilan menjaga ketersediaan beras sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Sebagai kader PAN sekaligus anggota DPR RI, ia berharap kebijakan pangan nasional terus dikawal dan diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan konsumen.
"BACA JUGA" Bapenda Siak dan Samsat Perawang Gelar Razia Kendaraan, Manfaatkan Pemutihan Pajak HUT Riau ke-69 Tim OPAD Siak Razia Kendaraan Mati Pajak di PT IKPP Perawang Tengku Mansyur Chalid, Panglima Siak Peraih Penghargaan HUT Riau ke-69