Riauexpose.com PEKANBARU – Pagi yang seharusnya dimulai dengan aktivitas biasa, mendadak berubah menjadi kepanikan. Kamis pagi, 9 Juli 2026, sekitar pukul 08.49 Wib, langit di atas Jalan Agus Salim, Gang Becek, Pekanbaru, berubah menjadi hitam.
Asap pekat membumbung tinggi. Kobaran api mengamuk tanpa ampun di pemukiman padat penduduk di pusat kota Pekanbaru.
Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga panik berhamburan menyelamatkan diri dan barang berharga.
Warga berteriak. Anak-anak berlarian. Tangis pecah di mana-mana, sebagian warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Menurut keterangan warga di lokasi, api diduga pertama kali muncul dari sebuah rumah kayu yang sudah lama kosong di bagian ujung deretan kontrakan.
Saat pertama kali diketahui, kobaran api sudah sangat besar sehingga warga kesulitan melakukan pemadaman.
“Awalnya api muncul dari rumah kayu yang kosong. Tiba-tiba sudah membesar, bahkan sempat terdengar suara ledakan,” ujar Ari warga setempat.
Besarnya kobaran api diperparah oleh kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta jarak antar rumah yang sangat rapat.
Dalam hitungan menit, api menjalar ke bangunan lainnya hingga menghanguskan belasan rumah kontrakan.
Menerima laporan dari masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru langsung mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran beserta puluhan personel ke lokasi kejadian.
Petugas berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan upaya agar kobaran api tidak merembet ke permukiman lain yang berada di sekitar lokasi.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
“Begitu menerima informasi, sembilan unit mobil pemadam langsung meluncur. Proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu hampir dua jam untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,” ujar Zarman.
Setelah hampir dua jam melakukan pemadaman dan pendinginan, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat 12 unit rumah kontrakan hangus terbakar.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, termasuk asal mula munculnya api dan sumber ledakan yang sempat didengar warga.












