Pencarian

Polisi Gugur di Katingan, Kapolri Perintahkan Sikat Bandar Narkoba yang Melawan

Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Bandar Narkoba Usai Personel Gugur Saat Penggerebekan di Katingan

riauexpose
riauexpose Redaksi · Minggu, 05 Juli 2026 · 09:38:26 WIB
Polisi Gugur di Katingan, Kapolri Perintahkan Sikat Bandar Narkoba yang Melawan
Polisi Gugur di Katingan, Kapolri Perintahkan Sikat Bandar Narkoba yang Melawan

Riauexpose.com JAKARTA – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk bertindak tegas dan terukur terhadap bandar maupun gembong narkoba yang melawan saat proses penegakan hukum.

Perintah itu dikeluarkan menyusul gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Yudhie Perdana Putra, saat menjalankan operasi penangkapan bandar sabu di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Kapolri mengklaim tindakan tegas dan terukur harus diberikan kepada bandar atau gembong narkoba yang melakukan perlawanan hingga membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.

“Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” tegas Sigit kepada wartawan, Ahad (5/7).

Menurutnya, pemberantasan narkoba merupakan upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman peredaran gelap narkotika yang terus berkembang.

“Mereka adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Kapolri juga mengingatkan Indonesia tengah memasuki momentum bonus demografi sehingga seluruh elemen bangsa harus bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Dalam menghadapi momentum bonus demografi yang harus betul-betul kita jaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Eko Hadi Santoso menjelaskan, insiden yang merenggut nyawa Aipda Yudhie terjadi pada Rabu (1/7) malam saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Untuk menangkap pelaku, Polri mengerahkan 12 personel yang kemudian dibagi menjadi dua tim.

Tim pertama bergerak menuju rumah target untuk melakukan penindakan, sementara tim kedua disiagakan di lokasi berbeda sebagai unsur pendukung apabila terjadi situasi darurat.

Namun, operasi tersebut berujung duka setelah Aipda Yudhie gugur saat menjalankan tugas.

Peristiwa itu kini menjadi perhatian serius pimpinan Polri dan mempertegas komitmen institusi dalam memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

Kapolri menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi bandar maupun gembong narkoba yang berani melawan aparat penegak hukum, terlebih hingga mengancam keselamatan petugas dan masyarakat.

Menurutnya, langkah tegas merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memutus mata rantai peredaran narkotika dan melindungi masa depan generasi Indonesia.

Follow riauexpose.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks