Riauexpose.com PEKANBARU – Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi jenis Bio Solar kembali mengular hingga sekitar 400 meter di SPBU SPBU 13.282.610 Jalan Paus, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2026) petang.
Ironisnya, antrean tersebut didominasi kendaraan roda empat, termasuk sejumlah mobil yang dinilai tidak semestinya mengonsumsi BBM bersubsidi.
Kondisi itu menyebabkan kemacetan panjang di ruas Jalan Paus. Arus lalu lintas dari arah Jalan Nangka menuju Jalan Arifin Ahmad maupun sebaliknya tersendat akibat badan jalan dipenuhi kendaraan yang mengantre masuk ke SPBU.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean didominasi kendaraan berbahan bakar diesel. Di antaranya terlihat sejumlah mobil sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle (MPV) seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, hingga Toyota Innova Reborn yang ikut mengantre untuk mengisi Bio Solar.
Keberadaan puluhan kendaraan tersebut memicu perhatian dari para sopir angkutan barang yang juga mengantre mendapatkan BBM subsidi.
Salah seorang sopir truk, Ujang, mengaku kecewa melihat masih banyak kendaraan mewah yang ikut mengisi Bio Solar subsidi.
Menurutnya, kondisi itu membuat sopir angkutan yang benar-benar bergantung pada BBM subsidi harus mengantre lebih lama.
“Masak mobil-mobil mewah seperti Fortuner dan Pajero juga ikut antre isi Bio Solar subsidi. Kami yang memang bekerja sebagai sopir jadi semakin lama menunggu,” ujar Ujang kepada wartawan di lokasi, Sabtu petang.
Pria yang mengaku asal Pelalawan itu berharap pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan penertiban terhadap penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.
“Pihak terkait harus menertibkan persoalan ini. Jangan sampai BBM subsidi justru dinikmati oleh kendaraan yang sebenarnya tidak berhak. Subsidi ini harus benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Antrean panjang di SPBU Jalan Paus disebut bukan kali pertama terjadi. Hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari, kendaraan mengular di sepanjang ruas jalan hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Selain menyebabkan kemacetan, antrean kendaraan yang memakan badan jalan juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus melintas di sela-sela antrean kendaraan.
Masyarakat berharap pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya Bio Solar, dapat diperketat sehingga penyalurannya benar-benar sesuai dengan ketentuan dan tidak lagi menimbulkan antrean panjang yang mengganggu aktivitas pengguna jalan.















