Riauexpose.com || Kasus narapidana kabur dari rumah tahanan (Rutan) di Provinsi Riau kembali menuai perhatian banyak pihak. Salah satunya datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PAN, H. Arisal Aziz.
Ajo Sal, sapaan pria asal Padang, Sumatera Barat itu melontarkan kritik keras terhadap kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto yang dinilai lemah dalam pengawasan terhadap jajaran pemasyarakatan di daerah.
Arisal Aziz mengungkapkan, rentetan kasus tahanan dan narapidana kabur dari Rutan dan Lapas di Riau menjadi bukti buruknya sistem pengawasan serta lemahnya ketegasan pimpinan Kementerian Imipas terhadap bawahannya, mulai dari Kakanwil, Kalapas hingga Karutan.
“Di Riau ini yang paling sering terjadi. Beberapa bulan lalu tiga napi di Rutan Kelas IIB Siak kabur, sampai hari ini masih ada satu orang yang belum tertangkap,” tegas Arisal Aziz kepada awak media, Jumat (29/5/2026).
Tak hanya itu, Arisal juga menyinggung kasus kaburnya seorang tahanan dari Rutan Kelas I Pekanbaru pada Sabtu (24/5/2026) menjelang waktu magrib.
Menurut politisi asal Sumatera Barat itu, kejadian berulang tersebut semakin memperlihatkan lemahnya pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
“Ini membuktikan lemahnya pengawasan dan kurang tegasnya Menteri Imipas Agus Andrianto terhadap seluruh Kakanwil, Kalapas dan Karutan di Indonesia, khususnya di Riau yang terus menjadi sorotan masyarakat,” ujarnya.
Politikus PAN itu menilai, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena menyangkut keamanan masyarakat dan wibawa institusi pemasyarakatan.
Sebagai mitra kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komisi XIII DPR RI disebut akan segera mengambil langkah serius dengan memanggil langsung Menteri Imipas Agus Andrianto untuk meminta penjelasan terkait maraknya kasus napi kabur di berbagai daerah.
“Kami dari Komisi XIII DPR RI akan memanggil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mempertanyakan langsung persoalan ini kepada pak menteri,” tegasnya.
Kasus kaburnya napi dan tahanan dari Rutan maupun Lapas di Riau memang belakangan menjadi perhatian publik.
Selain dianggap mencoreng citra pemasyarakatan, kejadian tersebut juga memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap lemahnya sistem pengamanan di dalam lapas dan rutan.















